News  

Jalan Utama dan Alternatif Rawan Longsor

Warga melintas di tapal batas Kabupaten Cilacap dan Brebes. Jalan utama Cilacap-Brebes dan jalan alternatif ternyata sama-sama rawan terjadi longsor. (doc)

CILACAP – Jalan utama dan alternatif yang menjadi penghubung Cilacap-Brebes melalui Majenang, ternyata sama-sama rawan longsor. Kerawanan tersebut mulai dari ujung selatan hingga utara yang berbatasan dengan Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Jalan utama yang lebih terkenal dengan ruas Majenang-Salem ini menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Sementara jalur alternatif menjadi ruas utama penghubung 4 desa di Kecamatan Majenang, Cilacap. Keduanya, yakni jalan utama dan alternatif sama-sama melintasi daerah pegunungan dan sangat rawan terjadi longsor.

Ruas ini melintasi Desa Sadabumi, Sepatnunggal, Bener dan berakhir Jenang. Sementara dari Sadabumi, bisa tembus ke Desa Ujungbarang yang berbatasan langsung dengan Brebes.

Kepala UPT Perawatan Jalan dan Jembatan Wilayah Majenang, Ahmad Ghozali mengatakan, jalan Sadabumi-Jenang ini menjadi jalan alternatif jika di jalan utama terjadi longsor.

“Ini bisa jadi jalan alternatif saat jalan utama ada longsor,” ujarnya.

Dia lalu merujuk pada kejadian tanah longsor di Desa Ujungbarang yang sempat mengganggu arus lalu lintas Majenang-Salem, Minggu (19/2/2023). Longsor ini membuat kendaraan harus melintas secara bergantian. Terutama saat alat berat mulai bekerja pada Senin (20/2/2023).

“Jadi pas longsor di jalan utama kemarin, kendaraan dari Brebes bisa lewat jalan alternatif. Dari atas lokasi longsor, bisa belok ke (Desa) Sadabumi, lalu turun terus sampai ke Majenang,” terangnya.

Namun demikian, kondisi jalan alternatif ini juga sama seperti jalan utama yang rawan longsor. Seperti di Desa Sepatnunggal karena ada tebing amblas. Hal ini memaksa kendaraan harus berhati-hati saat melintasi titik ini.

Tebing jalan ini ambruk pada Kamis (27/10/2022) dini hari. Tepatnya jam 2 malam. Lokasinya jalan terancam putus karena panjang titik amblas mencapai 15 meter.

Sampai saat ini, bagian bawah tebing masih ada pergerakan tanah. Hingga sangat mungkin badan jalan akan ikut amblas ke dasar tebing.

“Ini yang membuat kita semua harus selalu waspada karena jalan utama dan alternatif sama-sama rawan longsor,” tegasnya. (*)

Exit mobile version