CILACAP – Jumlah warga yang menjadi korban keracunan makanan, kembali bertambah. Jumat (13/10/2023) siang, ada 2 orang warga Kecamatan Cimanggu harus masuk Puskesmas Cimanggu 1. Mereka mengeluhkan sakit perut, mual dan diare.
Hasil pendataan petugas pada Kamis (12/10/2023), jumlah korban keracunan makanan ada 41 orang. Mereka kemudian harus masuk Puskesmas Cimangu 1 untuk mendapatkan perawatan.
Namun pada Jumat siang, petugas medis kembali membawa 2 orang yang mengalami keluhan sama. Hingga total jumlah korban keracunan makanan bertambah menjadi 43 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi mengakui, ada 2 orang yang masuk perawatan. Dia menduga, 2 orang ini sudah mengalami hal serupa meski prosesnya lebih lambat.
“Ini late ya atau prosesnya lebih lama. Kemarin mereka mungkin masih di rumah. Lalu pagi mulai merasa gejala yang sama seperti mual, ada diare sehingga dibawa ke sini,” katanya.
Dia mengatakan, secara umum korban keracunan makan kondisinya cukup baik. Ini dengan tidak adanya gejala dehidrasi berlebih. Bahkan Jumat siang ada 17 orang yang bisa pulang ke rumah masing-masing.
“Kondisi mereka bagus. Tidak sampai dehidrasi berat,” kata dia.
Pramesti menambahkan, pasien yang harus dirujuk ke RSUD Majenang karena mengidap penyakit lain atau komorbid.
“Ada komorbid atau penyakit lain,” tegasnya.
Sebelumnya, sejumlah warga di Cilacap, terpaksa harus mendapatkan perawatan medis akibat keracunan massal usai santap makanan dan nasi kotak dari hajatan. Total ada 41 orang yang mengalami keracunan makanan dari tempat hajatan.
Kejadian bermula saat salah satu warga Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap mengirimkan nasi kotak ke kerabat dan teman kerja, Selasa (10/10/2023) siang sekitar pukul 13.00. Kiriman ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas pernikahan Maman dan Nursinah, warga Desa Cisalak. Nasi kotak ini juga dikirim ke teman kerja korban di SPBU Cimanggu. (*)
