Cilacap – Kampung Nagog, salah satu kampung paling terpencil di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kini nyaris punah. Kampung yang ada di wilayah Desa Sidamulya, Kecamatan Karangpucung, tinggal 2 keluarga yang menempatinya. Sementara keluarga lainnya sudah tidak betah dan memutuskan pergi.
Akses menuju Kampung Nagog Desa Sidamulya di Cilacap ini sangatlah sulit. Warga setempat harus berjalan kaki karena akses hanya berupa jalan setapak. Untuk bisa ke sana, melewati jalur yang curam dan licin. Tidak ada jalan kendaraan dan satu-satunya rute harus melintasi sungai tanpa jembatan. Saat musim hujan tiba, arus sungai deras dan membuat kampung tersebut benar-benar terisolasi.
Jarak antara Kampung Nagog dengan kantor Desa Sidamulya, sebenarnya tidak terlalu jauh. Kurang lebih sekitar 3 KM saja. Namun karena akses yang sangat sulit dan melewati hutan milik Perhutani, kampung ini lebih terkenal karena keangkerannya.
Keluarga yang masih bertahan, juga harus berjuang dengan kerasnya kondisi alam setempat. Mereka mengandalkan hidup dari bercocok tanam dan beternak, ataupun memelihara ikan di kolam. Sementara air bersih, 2 kelaurga ini mengandalkan air sungai.
Akun facebook Cilacap Kita membagikan foto dengan narasi tentang kondisi Kampung Nagog di Desa Sidamulya. Dalam foto terlihat sebuah rumah mungil dikelilingi pepohonan sudah kosong tanpa penghuni.
“Kampung yang ditinggal warganya karena terbatasnya akses dan terisolasi. Kampung Mati Nagog berada di Desa Sidamulya, Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap,” tulis akun tersebut.
“Namun berdasarkan informasi yang beredar ternyata masih ada satu keluarga yang bertahan tinggal di kampung itu,” katanya lagi.
Selain itu, kondisi lingkungan yang berada di dekat hutan juga menjadi tantangan tersendiri. Kawanan babi hutan sering masuk ke perkampungan dan merusak lahan pertanian warga.
Kebanyakan warga memilih pindah ke lokasi yang lebih layak huni. Bahkan setelah generasi orang tua mereka meninggal dunia, anak-anak pewaris rumah di Kampung Nagog ini menolak untuk kembali tinggal karena kondisi kampung yang sangat terisolasi.
Kini, sejumlah rumah terlihat kosong dan terbengkalai. Beberapa bahkan berdiri di samping pekuburan, memperkuat kesan sunyi dan angker di kampung tersebut.
Penghuni Awal Kampung Nagog Cilacap
Sekretaris Desa Sidamulya Kecamatan Karangpucung, Cilacap, Teguh Prayitno mengatakan, semula ada 7 keluarga yang tinggal di Kampung Nagog. Namun sebagian sudah pindah ke lokasi lain. Bahkan ada yang sampai pindah ke luar Jawa.
“Dulunya ada tujuh. Lalu ada yang transmigrasi, pindah ke dusun lain atau ke Desa Telaga (Kecamatan Gumelar, Banyumas),” katanya.
Dia mengatakan, Kampung Nagog ini berada di perbatasan antara Kabupaten Cilacap dan Banyumas. Batas wilayahnya berupa Sungai Kali Ciraja.
Teguh pun mengakui, akses ke kampung ini memang sangat sulit karena hanya berupa jalan setapak. Meskipun jarak dari kantor desa hanya 3 km, namun tetap saja menyulitkan siapapun yang mau ke sana.
“Hanya 3 kilo dari balai desa. Tapi jalan setapak dan melewati hutan,” tegasnya. (*)
