News  

Karnaval Bikin Macet Setelah 2 Tahun Terhenti

Salah satu peserta karnaval di Majenang, Cilacap, menghias mobil dan menampilkan model, Kamis (18/8/2022). Karnaval ini membuat ruas di Majenang macet karena warga sangat antusias setelah terhenti 2 tahun. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Karnaval pembangunan di Kecamatan Majenang, Kamis (18/8/2022), bikin lalu lintas macet di sejumlah titik. Sejumlah kendaraan harus bergantian melintas di jalur lingkar selatan Majenang karena jalur tengah dan utara menjadi rute peserta karnaval.

Ajang untuk memeriahkan HUT RI ke 77 tersebut, memang menjadi perhatian warga setempat. Penyebabnya karena pandemi yang membuat kegiatan kerumunan tidak mungkin terlaksana.

Selain itu, sejumlah peserta nampak mengeluarkan hasrat yang sudah 2 tahun terpendam. Mereka mengeluarkan berbagai kreasi seperti tari daerah, cosplay sampai menghias kendaraan. Selain itu juga membuat kreasi lainnya yang sejalan dengan mengusung beragam tema.

Semua ini lalu memunculkan animo besar masyarakat Majenang. Warga lalu tumpah ruah ke agar bisa melihat karnaval dan akhirnya bikin macet.

Omih, salah satu penonton mengaku sulit bisa sampai ke jalur karnaval karena terjebak macet di ruas alternatif.

“Mau masuk lokasi sangat susah karena karnaval udah bikin macet di mana-mana,” kata dia.

Camat Majenang, Aji Pramono mengakui kondisi ini akibat dari antusias warga untuk melihat langsung karnaval. Ketertarikan warga muncul karena mereka sudah menunggu momen ini selama 2 tahun.

“Masyarakat sudah menunggu 2 tahun hingga hari ini tumpah ruah. Panitia harus membagi 2 sesi untuk peserta karnaval. Pagi tadi untuk anak TK dengan 53 peserta. Sore untuk pelajar, dinas instansi dan umum dengan 42 peserta,” terangnya.

Dia mengakui, belum semua kelompok masyarakat menjadi peserta karnaval. Ini karena mereka belum siap setelah 2 tahun karnaval terhenti. Namun dia yakin, tahun depan mereka akan kembali ikut dan memeriahkan acara tersebut.

“Mungkin karena belum siap hingga sore ini belum bisa terlibat,” kata dia.

Keyakinan ini karena panitia tidak membatasi jumlah peserta. Karena sejak awal, panitia hanya membagi peserta dalam 2 sesi.

“Tidak ada pembatasan peserta,” tegasnya. (*)

Exit mobile version