CILACAP – Kedatangan Nurfaizi bersama rombongan PBNU ke Pondok Minhajurrosidin di Desa Sindangsari Kecamatan Majenang, Cilacap, Senin (29/8/2022) menjadi upaya selesaikan tanah wakaf.
Sebelumnya, Nurfaizi sudah menyerahkan wakaf ke PBNU. Namun muncul masalah karena ada klaim dari LDII atas lahan tersebut.
Masalah ini sendiri sudah beberapa kali membuat ketegangan. Termasuk upaya warga menjebol tembok pada 21 Mei 2022 lalu. Hal ini membuat penyelesaian tanah wakaf berlaru-larut.
Kedatangan rombongan PBNU dan Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Nurfaizi, dihadang masa saat hendak melihat dan selesaikan lahan wakaf di Desa Sindangsari Kecamatan Majenang, Cilacap. Lahan wakaf ini berada di sisi belakang komplek pondok pesantren Minhajulrrosidin. Dan satu-satunya akses adalah melalui pintu depan pondok tersebut.
Sesaat setelah rombongan masuk, warga bergerak ke arah selatan dan membongkar pagar menuju lahan wakaf. Di sana mereka menggelar sholat dhuhur berjamaah.
Usai sholat, rombongan memutuskan untuk membangun tembok batas. Tujuannya untuk memastikan tidak ada masalah lagi. Batas ini menyesuaikan garis dan pagar bambu yang sudah ada sebelumnya.
Ahmad Muhtar Zein, salah satu tim kuasa hukum PCNU Cilacap mengatakan, pematokan hanya bersifat sementara. Dia berharap, agar tanah wakaf ini selesai dan tidak ada masalah lagi.
“Mudah-mudahan tidak ada masalah lagi,” katanya.
Dia menguti pernyataan Nurfaizi agar lahan ini bisa bermanfaat bagi warga dan umat islam setempat. Terutama warga yang ada di sekitar masjid.
“Seperti yang beliau sampaikan. Wakaf ini bisa bermanfaat untuk umat. Dan kedatangan Pak Nurfaizi memang untuk selesaikan lahan wakaf,” katanya.
Notaris Budi Widiarto SH menambahkan, batas tanah yang paling tahu adalah pemilik tanah dan tetangga di kanan dan kiri lahan. Sementara Badan Pertanahan Nasional (BPN), hanya memastikan luas lahan berdasarkan patok yang ada.
“Kalau misalkan pengukuran lagi? Ini yang namanya penegasan ukur ulang. Nanti yang mengajukan dari nadir. Kalau ada tetangga kita kiri dan kanan bisa mengajukan. Dan lahan kita juga akan ukur ulang,” tegasnya. (*)
