Bisnis  

Kemendag Perkuat Distribusi MINYAKITA di Wilayah Timur Indonesia

Distribusi MINYAKITA di Wilayah Timur Indonesia.(doc.instagram)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengawasi langsung distribusi MINYAKITA di wilayah timur Indonesia. Kali ini, mereka memantau distribusi MINYAKITA di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Papua, dan gudang Perum Bulog Kantor Wilayah Papua.

Kemendag memastikan ketersediaan stok dan kesesuaian harga MINYAKITA di Papua melalui pengawasan tersebut. Direktur Tertib Niaga, Mario Josko, menyampaikan bahwa distribusi MINYAKITA di wilayah ini berjalan baik, dengan stok cukup dan harga sesuai HET, yakni Rp 15.700 per liter.

Kemendag mencatat harga rata-rata MINYAKITA secara nasional mencapai Rp 16.700 per liter berdasarkan data SP2KP per 23 Juni 2025. Mereka mengamati bahwa distribusi MINYAKITA nasional menunjukkan kemajuan karena harga menurun 1,76% dibandingkan bulan sebelumnya dan 0,60% dibandingkan minggu sebelumnya.

Kemendag menemukan harga MINYAKITA di Papua masih tinggi, yakni Rp 18.000 per liter. Mereka menilai kondisi geografis dan pasokan yang tidak kontinyu menghambat distribusi MINYAKITA secara merata di wilayah ini.

Kemendag menjadikan Kota Jayapura sebagai patokan harga provinsi dan mencatat rata-rata harga MINYAKITA di Papua sebesar Rp 16.850 per liter. Mereka mencatat penurunan harga sebesar 6,39% dari minggu sebelumnya dan berharap tren penurunan ini terus terjadi berkat distribusi MINYAKITA yang lancar.

Perum Bulog Kantor Wilayah Papua menerima pasokan MINYAKITA sebanyak 1.900 dus dari PT. Mahesi Agri Karya dan langsung mendistribusikannya ke berbagai daerah di Papua. Mereka berupaya menjaga stabilitas distribusi MINYAKITA agar stok selalu tersedia.

Kemendag mengajak produsen dan distributor untuk mengoptimalkan pendistribusian MINYAKITA melalui berbagai saluran, termasuk BUMN Pangan. Mereka menegaskan akan terus mendorong distribusi MINYAKITA ke Indonesia timur, terutama ke pasar rakyat.

Menjaga Kntinuitas Distribusi Ke Pasar Rakyat

Kemendag mewajibkan produsen MINYAKITA menjaga kontinuitas distribusi ke pasar rakyat dan mematuhi aturan harga sesuai Permendag Nomor 18 Tahun 2024. Mereka terus memastikan distribusi MINYAKITA berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemendag terus berkoordinasi dan melakukan pengawasan di berbagai daerah guna memastikan harga dan stok MINYAKITA tetap stabil. Mereka juga menilai bahwa pengawasan ini penting untuk melindungi konsumen dari praktik tidak wajar.

Kemendag mendorong dinas daerah aktif mendampingi dan mengawasi distribusi MINYAKITA bersama Satgas Pangan. Mereka meminta dinas bekerja sama dengan produsen, distributor, dan Bulog untuk menjamin keterjangkauan harga dan ketersediaan stok di daerahnya.

Kemendag melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri mengirim surat kepada produsen dan BUMN Pangan agar memprioritaskan distribusi MINYAKITA ke pasar rakyat secara merata dan berkelanjutan.

Mario menyebut pasokan MINYAKITA bersumber dari kewajiban DMO pelaku ekspor CPO. Mereka mendistribusikan MINYAKITA melalui mekanisme komersial tanpa subsidi, namun tetap terpantau agar distribusi MINYAKITA tetap lancar.

Kemendag meminta BUMN Pangan seperti Perum Bulog dan ID Food meningkatkan koordinasi dengan dinas perdagangan setempat. Mereka juga mewajibkan pelaporan distribusi MINYAKITA melalui SIMIRAH dan mendistribusikannya sesuai aturan.

Kemendag memastikan stok MINYAKITA di Jayapura tersedia dan harganya sesuai HET. Mereka berharap semakin banyak produsen ikut mendistribusikan MINYAKITA ke Papua, Maluku, dan wilayah timur lainnya agar masyarakat bisa memperoleh MINYAKITA dengan harga terjangkau. (*)

Exit mobile version