CILACAP – Perjalanan sejumlah rangkaian kereta api terlambat gara-gara kerbau, Rabu (14/12/2022). Ada 6 rangkaian kereta dengan berbagai jurusan yang mengalami keterlambatan akibat kejadian tersebut.
Moda kereta api sudah menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian jarak jauh. Kereta dinilai lebih nyaman dan bebas macet. Namun tidak jarang, ada kendala yang membuat perjalanan kereta api harus tertunda karena berbagai faktor. Seperti yang terjadi di KA Sawunggalih, harus mengalami keterlambatan.
Perjalanan kereta api terlambat gara-gara menabrak kerbau, Rabu (14/12/2022) sekitar pukul 12.30. Lokasinya ada di km 309+6/7petak, atau antara Bumiayu dan Linggapura. Kerbau milik warga ini tertabrak kereta Sawunggalih yang tengah dalam rute perjalanan Pasar Senen menuju Kutoarjo.
Kerbau milik Ratmo, warga Desa Galuh Timur Kecamatan Tonjong itu baru saja selesai membajak sawah. Pemilik dan kerbau ini lalu pulang dan berjalan di tepi rel kereta api. Saat Kereta Sawunggalih lewat, kerbau justru berlari kencang lalu menyeberang rel. Akibatnya fatal, kerbau ini tertabrak.
Akibat kejadian ini, Kereta Sawunggalih mengalami kerusakan di bagian lokomotif. Tepatnya di bagian “plug kran” yang putus sehingga. Lokomotif lalu “hilang tenaga” harus ada pergantian lokomotif.
Berdasarkan siaran pers dari PT KAI, ada 6 rangkaian kereta yang terlambat antara 28 menit sampai hampir 2 jam. Rangkaian kereta itu adalah Sawunggalih, Argo Dwipangga, Taksaka, Joglosemarkerto, Bangunkarta dan Mataram.
“Akibat kejadian ini, KAI memberikan servis recovery (SR) tahap 1 berupa minuman ringan kepada penumpang terdampak,” demikian bunyi siaran pers dari PT KAI.
PT KAI meminta agar masyarakat tidak beraktifitas di sekitar rel kereta api. Karena hal ini akan membahayakan mereka sendiri.
“Kami KAI menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tidak melakukan aktifitas apapun di area jalur KA. Karena area tersebut sangatlah berbahaya,” terang PT KAI dalam siaran pers tersebut. (*)
