JAKARTA – Kita bisa menjadi manusia menebar manfaat dengan menggunakan apa yang Allah titipkan kepada kita. Kita dapat menyedekahkan sebagian harta, memanfaatkan jabatan untuk membantu orang lain, dan menyebarkan ilmu kepada masyarakat. Imam Abdurrauf al-Munawi menjelaskan bahwa manusia yang paling bermanfaat adalah manusia yang mempergunakan hartanya, jabatannya, dan ilmunya untuk kebaikan sesama. Allah mencintai manusia menebar manfaat karena mereka memberi pertolongan kepada makhluk-makhluk-Nya.
Ketika kita berusaha menolong sesama, kita sedang bertindak sebagai manusia bermanfaat. Kita tidak sekadar memberi, tetapi juga menanam kebaikan yang kelak akan kembali kepada diri kita sendiri. Rasulullah menyampaikan bahwa Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba itu terus menolong saudaranya. Maka, ketika kita berbuat baik, Allah akan memudahkan jalan hidup kita sebagai balasan kepada manusia menebar manfaat.
Membantu orang
Syekh Ali al-Qari menjelaskan bahwa siapa pun yang membantu orang lain dengan tenaga, pikiran, atau doa—akan mendapatkan balasan langsung dari Allah. Allah tidak membiarkan amal baik berlalu tanpa imbalan. Oleh karena itu, ketika kita menolong, kita telah menjadi manusia menebar manfaat yang akan Allah ganjar dengan pertolongan yang lebih besar.
Hadis tersebut juga menekankan bahwa Allah membalas bantuan sesuai dengan jenisnya. Jika kita menolong dengan hati, fisik, atau keduanya, Allah akan membalas sesuai dengan bentuk bantuan tersebut. Maka, ketika kita membantu sesama untuk meringankan beban atau menghadirkan kebaikan, kita telah menjalani peran sebagai manusia menebar manfaat dalam kehidupan sosial.
KH. Hasyim Muzadi pernah menyampaikan bahwa orang yang memperjuangkan umat tidak akan kekurangan. Hal ini membuktikan bahwa Allah akan mencukupi kebutuhan manusia menebar manfaat. Sebaliknya, mereka yang hanya memperjuangkan diri sendiri belum tentu mendapat kelimpahan. Maka, kita perlu mengarahkan hidup ini untuk memberi sebanyak-banyaknya manfaat kepada masyarakat.
Kini kita bisa melihat dengan terang bahwa menjadi manusia menebar manfaat tidak hanya bentuk kebajikan sosial, tetapi juga wujud nyata dari iman dan takwa. Allah akan hadir sebagai penolong bagi orang yang mau meringankan beban sesama. Kita harus segera bergerak, jangan tunda kebaikan, karena setiap tindakan baik yang diniatkan karena Allah akan mendatangkan pahala dan keberkahan.
Mari kita mantapkan diri untuk menjadi hamba Allah yang tidak hanya menjaga hubungan baik dengan-Nya, tetapi juga memperkuat relasi sosial. Jadikan diri kita sebagai manusia menebar manfaat yang berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang penuh kebaikan. Allah mencintai mereka yang menghadirkan manfaat sebanyak-banyaknya untuk sesama. (*)
