CILACAP – Para korban keracunan makanan yang tengah menjalani perawatan di Puskesmas Cimanggu 1, berangsur-angsur memperlihatkan peningkatan kondisi. Mayoritas dari para korban ini sudah boleh pulang.
Sampai dengan Sabtu (14/10/2023), memang masih ada korban yang masih menjalani perawatan. Namun jumlah mereka sudah berkurang drastis karena mayoritas sudah bisa pulang.
Jika pada Jumat (13/10/2023) tersisa 26 korban, maka jumlah korban keracunan makanan di Cimanggu yang sembuh terus bertambah. Terbaru, tinggal 4 korban keracunan makanan yang masih harus menjalani perawatan medis.
Kepala Puskesmas Cimanggu 1, Agung Budiyono mengatakan, korban keracunan makanan yang sembuh terus bertambah.
“Pagi tadi tinggal 4 orang,” katanya.
Dia mengatakan, 4 orang korban keracunan makanan ini masih menjalani perawatan di Puskesmas Cimanggu 1. Mereka masih mengeluhkan sakit perut. Tepatnya adanya keluhan perut melilit. Keluhan ini khas terjadi pada korban keracunan makanan.
“Keluhannya perut melilit,” katanya singkat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap, dr Pramesti Griyana Dewi mengatakan, korban kondisinya cukup baik. Ini dengan tidak adanya gejala dehidrasi berlebih. Bahkan Jumat siang ada 17 orang yang bisa pulang ke rumah masing-masing.
“Kondisi mereka bagus. Tidak sampai dehidrasi berat,” kata dia.
Kasus keracunan ini berawal saat saat salah satu warga Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu, Cilacap mengirimkan nasi kotak ke kerabat dan teman kerja, Selasa (10/10/2023) siang sekitar pukul 13.00. Kiriman ini sebagai bentuk ucapan rasa syukur atas pernikahan Maman dan Nursinah, warga Desa Cisalak. Nasi kotak ini juga dikirim ke teman kerja korban di SPBU Cimanggu.
Usai menyantap nasi kotak ini, sejumlah karyawan SPBU mulai mengeluhkan pusing dan mual. Demikian juga dengan kerabat dan sejumlah tetangga Nursinah di Desa Cisalak. Total korban keracunan ini sebanyak 43 orang. (*)
