News  

Korban Perundungan Alami Trauma. Takut Masuk Sekolah

Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih saat bertemu F, salah satu korban perundungan di Cilacap. Korban perundungan ini sempat mengalami trauma. (haryadi nuryadin/bercahayanews.com)

CILACAP – Korban perundungan di Cilacap alami trauma akibat kejadian pemukulan dan penganiayaan. Salah satu korban bahkan sempat tidak mau masuk sekolah karena takut mengalami pemukulan kembali.

Penjelasan keluarga, R, salah satu korban perundungan sempat tidak mau masuk sekolah pada Sabtu (23/9/2023). Dia beralasan karena sekolah tidak ada pelajaran usai ujian tengah semester.

R kembali menolak untuk berangkat sekolah pada Senin (25/9/2023). Namun setelah ada bujuk rayu dari keluarga, dia mau berangkat sekolah. Namun justru keputusannya membawa mala petaka karena kembali menjadi korban perundungan dan penganiayaan hingga mengalami trauma.

“Senin mau masuk setelah kita bujuk. E tidak tahunya malah dipukuli,” ujar orang tua R, Kusno.

Dia menambahkan, kejadian pengainayaan tersebut terjadi di depan sepupu R. Kedua anak ini dicegat saat hendak pulang. Mereka lalu harus ikut ke TKP.

Sepupu R ini kemudian mengalami trauma. Dia tidak mau makan selama 3 hari. Baru setelah keluarga memberikan nasehat, siswa perempuan ini mulai membaik.

“Dia tidak mau makan sampai Rabu (27/9/2023),” katanya.

Sehari kemudian, R dan sepupunya mulai membaik dan nampak lebih ceria. Ini setelah pihak sekolah mengunjungi kedua anak ini dan menguatkan mental.

Pihak keluarga dan sejumlah tetangga juga memberikan nasehat serupa. Tujuannya agar kedua anak ini bisa pulih dari trauma akibat menjadi korban perundungan.

“Sekarang sudah membaik. Anaknya lebih ceria setelah sana-sini memberi nasehat,” kata Kusno.

Sementara itu, kondisi F masih terus mendapatkan perhatian usai dirujuk ke RSU Margono.

Sementara itu, FF dirujuk ke RS Margono di Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntur Arif Setiyoko menjelaskan, korban pada Rabu malam sempat mengeluhkan sesak. Hingga keluarga memutuskan untuk membawa ke rumah sakit.

“Hari ini (Kamis) rencana korban akan kita rujuk ke Rumah Sakit Margono untuk perawatan lebih intensif,” kata Kasat.(*)

Exit mobile version