News  

Korban Perundungan Bertambah Lagi. FF Harus Dirujuk

Tangkapan layar dari video perundungan atas R, siswa SMP di Cimanggu, Cilacap. Korban perundungan di Cilacap bertambah lagi. (doc)

CILACAP – Korban perundungan di salah satu SMP di Cimanggu, Cilacap bertambah lagi hingga menjadi ada 2 anak. Dia berinisal R dan mengalami pembulian pada Senin (25/9/2023). Sama seperti FF, kekerasan dan pembulian terhadap R juga direkam oleh salah satu teman pelaku.

Vidoe yang memperlihatkan aksi kekerasan siswa terhadap temannya, kembali beredar. Korban dan pelaku berasal dari salah satu SMP di Cimanggu.

Dalam video ini, korban nampak berlari menghindari kejaran dari pelaku. Nampak pelaku sangat emosional dan mengejar korban. Pelaku sempat melayangkan pukulan ke punggung korban dan membuatnya tersungkur. Lalu ada siswa lain yang mencoba melerai dengan memegangi pelaku yang terus berontak. Detik berikutnya, korban kembali berdiri namun tetap mendapatkan pukul di wajah dari pelaku.

Video ini memastikan kalau korban perundungan di Cilacap bertambah menjadi 2 orang anak.

Dan sayangnya, seluruh adegan ini terjadi di depan mata salah satu kerabat korban. Komplotan pelaku membawa mereka ke TKP saat hendak pulang sekolah.

Kusno, orang tua korban mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Cimanggu. Dengan demikian, korban perundungan bertambah menjadi 2 anak dan berasal dari SMP yang sama.

“Pertama pas Selasa (26/9/2023) malam. Lalu Rabu (27/9/2023) ke Polsek lagi,” kata dia.

Menurutnya, kondisi anaknya memang tidak separah FF. Namun pelaku dan kompolotannya sempat menghajar korban bertubi-tubi pada Jumat (22/9/2023).

“Jumat sempat dipukuli. Di tempat parkir sekolah,” kata dia.

Sementara itu, FF dirujuk ke RS Margono di Purwokerto untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polresta Cilacap, Kompol Guntur Arif Setiyoko menjelaskan, korban pada Rabu malam sempat mengeluhkan sesak. Hingga keluarga memutuskan untuk membawa ke rumah sakit.

“Hari ini (Kamis) rencana korban akan kita rujuk ke Rumah Sakit Margono untuk perawatan lebih intensif,” kata Kasat.

Polisi memastikan, perawatan korban di rumah sakit dibiayai sepenuhnya oleh Polri. (*)

Exit mobile version