CILACAP – Kebakaran lahan dan hutan kembali terjadi dan kali ini melanda kebun milik warga Desa Bantarpanjang Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Selasa (12/9/2023). Akibatnya, lahan seluas 0,1 ha terbakar.
Kebakaran lahan dan hutan di Cilacap dalam tren meningkat. Tepat pada Selasa malam, semak belukar di ujung run away Bandara Tunggul Wulung juga terbakar. Demikian juga dengan hutan jati di Kecamatan Kawunganten dan hutan pinus di Kecamatan Karangpucung. Selang kemudian lahan warga di Desa Pangadegan Kecamatan Majenang. Juga rumput liar di lahan milik PLN.
Dan kebakaran hutan dan lahan warga di Desa Bantarpanjang, mulai terlihat pukul 14.00. Titik api berada jauh dari pemukiman warga setempat karena berada di puncak bukit.
Namun setelah pukul 21.00, api terus berkobar dan menyebar luas. Hingga tanaman jati, bambu dan lainnya rusak akibat kobaran api. Hingga warga lalu melaporkan kejadian tersebut ke aparat terkait.
Mendapati laporan ini, petugas gabungan langsung menuju lokasi. Mereka terdiri dari anggota Polsek, Koramil dan Satpol PP Kecamatan Cimanggu. Juga ada personil BPBD, relawan dan warga.
Tim ini langsung melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan alat seadanya. Caranya dengan memukul semak yang tengah terbakar menggunakan berbagai alat. Upaya ini efektif karena petugas tidak bisa menggunakan air karena lokasinya jauh di atas bukit. Sekitar pukul 22.45, petugas gabungan berhasil menjinakan api dan tak tersisa.
Data dari UPT Pemadam Kebakaran Cilacap menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan warga mengalami tren kenaikan tiap tahun. Pada 2020 lalu, hanya ada 1 kejadian. Jumlah ini meningkat menjadi 4 kali pada 2021. Dan sampai Agustus 2023, sudah ada 6 kejadian kebakaran lahan. (*)
