CILACAP – Asyik bermain di Sungai Cileumeuh yang menjadi batas Kecamatan Majenang dan Cimanggu, Iqbal Maulana Nugraha (13), remaja Desa Rejodadi Kecamatan Cimanggu, Cilacap meninggal karena tenggelam. Jenasah korban ditemukan sekitar pukul 22.00, Senin (17/4/2023), atau 4 jam setelah keluarga korban mencari.
Korban bersama sejumlah temannya pada Senin siang, memutuskan main dan mandi di Sungai Cileumeuh. Ini menjadi sebuah kebiasaan anak dan remaja setempat sembari menunggu waktu buka puasa. Apalagi sepanjang Senin siang, cuaca sangat panas. Menjelang sore, barulan mereka keluar dari air untuk pulang.
Namun saat teman-temannya memutuskan pulang, korban menolak ajakan tersebut. Dia tetap berada di lokasi dengan alasan masih ingin bermain di sungai tersebut.
Saat adzan maghrib berkumandang, ternyata korban belum juga pulang. Hingga keluarga berusaha mencari mencari informasi dari teman-temannya. Keluarga mendapati kalau korban enggan pulang saat teman lainnya kembali ke rumah masing-masing. Keluarga lalu berucaha mencari korban di lokasi bermain.
Sejumlah warga lalu datang dan ikut mencari korban dengan peralatan seadanya. Salah satu warga lalu melaporkan pencarian ini ke perangkat desa dan aparat terkait lainnya.
Selang beberapa saat, aparat gabungan terdiri dari Polsek, Koramil dan Satpol PP Kecamatan Cimanggu tiba di lokasi. Menyusul kemudian petugas dari Pos Damkar Majenang. Pencarian mereka lakukan dengan peralatan dan alat penerangan seadanya. Salah satu warga lalu turun ke sungai dan membawa jaring dengan berharap bisa mengenai tubuh korban.
Proses pencarian dan penemuan remaja yang meninggal karena tenggelam di sungai ini terekam melalui video amatir. Video ini lalu tersebar melalui pesan grup WA dan menjadi perhatian luas masyarakat sekitar.
Kepala Pos Damkar, Sartono mengatakan, jenasah remaja ini bisa terangkat karena masuk dalam jaring warga tersebut.
“Tubuh jenasah langsung kita evakuasi,” katanya.
Dia memastikan, remaja ini meninggal akibat tenggelam di Sungai Cileumeuh. Petugas lalu membawa tubuh korban ke rumah duka.
“Korban sudah kita serahkan ke keluarga untuk proses pemakaman,” tegasnya. (*)
