Bisnis  

Manfaatkan Program UMKM untuk Perluas Akses Ekspor Produk Lokal

Ilustrasi

DENPASAR – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bali untuk Manfaatkan Program UMKM melalui inisiatif UMKM BISA Ekspor dari Kementerian Perdagangan. Mendag Busan menyampaikan secara langsung dalam dialog bersama 30 pelaku UMKM binaan HPPI, IDDC, dan Export Center Surabaya bahwa program ini dapat memaksimalkan potensi ekspor produk unggulan Bali.

Mendag Busan menyampaikan bahwa UMKM harus memperkuat kualitas, pengemasan, dan manajemen ekspor agar mampu bersaing di pasar internasional. Ia mendorong pelaku usaha untuk Program UMKM sebagai jalan meningkatkan daya saing produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global.

Pemerintah memfasilitasi UMKM untuk mengembangkan kualitas produk berbasis sumber daya dan strategi pemasaran berbasis pasar. Mendag Busan menegaskan bahwa Kemendag akan menjalin kontak dengan buyer internasional dan menyaring produk UMKM melalui kurasi. Dengan Manfaatkan Program, pelaku usaha bisa langsung berinteraksi dengan pembeli luar negeri melalui business matching.

Melalui 46 perwakilan perdagangan di 33 negara, seperti Atase Perdagangan dan ITPC, Kemendag siap membantu UMKM yang telah lolos kurasi. Mendag Busan mengimbau para pelaku usaha untuk Manfaatkan Program agar mereka bisa mendapatkan peluang presentasi langsung di pasar global.

Pada paruh pertama 2025, UMKM BISA Ekspor memfasilitasi ratusan sesi business matching dan pitching, menghasilkan transaksi ekspor senilai USD 87,04 juta. Mendag Busan meyakini bahwa pelaku usaha di Bali bisa meningkatkan angka ini jika mereka sungguh-sungguh melalukan Program UMKM, terutama dalam sektor unggulan seperti perhiasan perak.

Pengakuan Pelaku Usaha atas Dukungan Pemerintah

CV Gangga Sukta, UMKM binaan IDDC–DDS, berhasil meningkatkan kualitas desain dan kemasan berkat dukungan Kemendag. Mereka menyampaikan bahwa upaya itu membuka peluang besar di pasar internasional. Perusahaan ini telah membuktikan efektivitas ketika mereka melalukan Program UMKM secara konsisten.

PT Bali Sustainable Seafood juga menyampaikan apresiasinya atas pembinaan yang diberikan oleh Export Center Surabaya. Mereka merasa lebih percaya diri dan siap bersaing secara global setelah Program UMKM dalam membangun kapasitas dan jaringan.

Mendag Busan mengunjungi PT Karya Tangan Indah (John Hardy) untuk meninjau produksi perhiasan perak. Dalam upaya memperluas ekspor, ia mengajak para pengrajin untuk Program UMKM agar kualitas produk dan akses pasar semakin meningkat.

Pada 2024, Bali menjadi provinsi penyumbang ekspor perhiasan perak terbesar kedua di Indonesia. Mendag menyampaikan bahwa pelaku usaha Bali harus Manfaatkan Program UMKM agar mampu menembus pasar di negara-negara seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Singapura.

Permintaan global terhadap perhiasan perak diperkirakan mencapai USD 38—40 miliar dengan tren pertumbuhan tahunan sebesar 4,6 hingga 5 persen. Untuk meraih peluang tersebut, pemerintah mendorong seluruh pelaku usaha agar Manfaatkan Program UMKM sebagai jembatan menuju pasar ekspor yang lebih luas. (*)

Exit mobile version