JAKARTA – Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarno Putri atau Ibu Mega, akan temui Presiden Prabowo. Rencana pertemua kedua tokoh nasional ini akan berlangsung antara April atau Mei, bertepatan dengan Kongres PDIP.
Tokoh PDIP, Guntur Romli menjelaskan rencana Mega untuk temui Prabowo tersebut melalui potongan wawancara televisi di akun pribadinya @guromli.
Secara panjang lebar dia menjelaskan, rencana tersebut kini terus dimatangkan agar keduanya bisa bertemu secara langsung.
“Ada rencana pertemuan antara Ibu Megawati Sukarno Putri dengan Presiden Prabowo,” katanya di awal video tersebut.
Dia menjelaskan, dalam pertemuan ini Mega akan menyampaikan terima kasih atas langkah tegas Prabowo. Yakni mencabut Ketetapan MPRS Nomor 33 tahun 1967. Dalam pandangan keluarga Sukarno, ketetapan tersebut sangat kejam. Karena berisi tuduhan pengkhinatan Sukarno kepada republik. Demikian juga dengan keterlibatan Presiden sekaligus proklamator itu dalam kejadian G 30 S PKI.
“Isinya, tuduhan ini sangat kejam terhadap Bung Karno,” katanya.
Dari berbagai pertemuan awal, termasuk diskusi di internal PDIP, menjurus pada sebuah keputusan. Yakni membuat rencana agar Mega bisa temui Prabowo dalam sebuah kesempatan.
“Dari laporan laporan, utusan utusan yang dikirimkan Ibu Mega bertemu dengan Pak Prabowo dan sebagainya, menunjukan bahwa di situ ada keseriusan,” terangnya.
Guntur menambahkan, Megawati sangat terharu dengan keputusan pencabutan Ketetapan MPRS tersebut. Karena ini akan mengembalikan nama baik, dan hak Sukarno sebagai Presiden RI pertama.
“Karena ini terkait dengan pendiri bangsa ini. Tidak hanya sebagai bapak biologisnya Ibu Mega, tapi kan bapak kita bersama yang memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Bagaimana mungkin, seorang proklamator yang menyerahkan jiwa dan raganya kepada republik, tiba tiba di penghujung pemerintahannya, dituduh sebagai pengkhianat,” terangnya.
“Makanya Ibu Mega mengucapkan terima kasih,” tegasnya. (*)
