BALIKPAPAN – Mendag Busan meresmikan dua Export Center di Balikpapan dan Batam pada Jumat, 1 Agustus 2025. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan rantai pasok nasional. Karena kebutuhan ekspor terus meningkat, Mendag Busan mempercepat pembukaan pusat pendampingan ekspor di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Mendag Busan berharap UMKM dapat mengakses pelatihan, pendampingan, dan fasilitas promosi ekspor lewat pusat ini.
layanan pembinaan legalitas usaha
Sebagai informasi, Export Center menyediakan layanan pembinaan legalitas usaha, penyusunan kontrak dagang, serta bimbingan ekspor langsung. Oleh karena itu, Mendag Busan menggandeng ITPC dan Atase Perdagangan untuk membuka koneksi dengan pembeli luar negeri.
Ia juga meminta Export Center rutin menyeleksi dan membina UMKM potensial agar siap menghadapi persaingan global. Sejak Januari 2025, Busan mencatat program UMKM BISA Ekspor telah mendampingi hampir 800 pelaku usaha.
Bahkan, program tersebut berkontribusi pada potensi transaksi ekspor daring senilai USD 90,04 juta. Dalam peresmian itu, Busan didampingi Sekjen Kemendag dan Dirjen PEN yang memaparkan kebijakan ekspor terkini.
Tidak hanya itu, Gubernur Kaltim dan Kadisperindag Kepri turut menyampaikan dukungan terhadap gagasan Export Center dari Busan. Karena itu, Mendag Busan menekankan pentingnya inovasi dan mutu produk lokal agar bersaing di pasar ekspor.
Ia juga memastikan fasilitas Export Center akan hadir di kota lain seperti Surabaya dan Makassar. Menurut Dirjen PEN, Export Center yang dibuka Busan telah melayani 4.078 permintaan selama Januari–Juni 2025.
Secara keseluruhan, pusat ini mencatat nilai transaksi ekspor mencapai USD 140 juta dari berbagai sektor. Tak hanya itu, Mendag Busan mengungkapkan Export Center telah menjalin kerja sama dengan 547 pembeli internasional.
Sebagai respons, Gubernur Kaltim menilai Export Center di Balikpapan membuka peluang besar bagi pelaku usaha daerah. Sementara itu, Kadisperindag Kepri menyatakan Export Center Batam hasil inisiatif Mendag Busan sangat membantu UMKM lokal.
Di sisi lain, pelaku UMKM seperti Didi Hamid menyampaikan rasa syukur atas dukungan langsung dari Mendag. Ia merasa Export Center hasil gagasan Busan sangat memudahkan pelaku UMKM menembus pasar luar negeri. (*)
