JAKARTA – Umat Islam sering kali membiarkan bulan Muharram berlalu tanpa makna, padahal bulan ini memiliki keutamaan besar dalam Islam. Melalui momen pergantian tahun Hijriyah, umat Islam dapat memperkuat persaudaraan sesama Muslim dengan memperbaiki diri dan menyatukan kembali ukhuwah yang sempat rapuh akibat perbedaan dan kepentingan dunia.
Memasuki tahun baru Hijriyah, kita harus menjadikannya lebih dari sekadar perayaan seremonial. Umat Islam perlu menjadikan momen ini sebagai ajang refleksi diri untuk memperkuat persaudaraan sesama Muslim. Kita harus menumbuhkan kembali ukhuwah islamiyah, yaitu rasa persaudaraan yang dilandasi iman, bukan semata-mata karena kesamaan asal usul, kelompok, atau pandangan politik.
Allah Subhanahu wa Ta’ala secara tegas memerintahkan kita dalam Al-Qur’an untuk memperbaiki hubungan antar sesama mukmin. Umat Islam harus menjadikan ayat tersebut sebagai landasan dalam memperkuat persaudaraan sesama Muslim, terutama saat terjadi perpecahan akibat perbedaan pendapat atau kepentingan duniawi.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan ukhuwah sebagai bangunan yang saling menguatkan satu sama lain. Beliau mengajarkan bahwa kita harus memperkuat persaudaraan sesama Muslim dengan saling mendukung, bukan menjatuhkan, karena ukhuwah adalah bagian dari iman, bukan sekadar simbol.
Rasulullah juga bersabda bahwa iman seseorang belum sempurna jika belum mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. Kita harus menumbuhkan empati dan kepedulian dalam diri, agar kita dapat memperkuat persaudaraan sesama Muslim dengan cinta dan ketulusan.
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa ukhuwah sejati hanya bisa tumbuh dari hati yang bersih. Maka, umat Islam harus membersihkan hati dari penyakit seperti iri, dengki, dan prasangka buruk. Dengan begitu, kita bisa memperkuat tali persaudaraan dengan landasan ikhlas dan kasih sayang.
Bulan Muharram Menjadi Waktu Hijrah Sosial
Bulan Muharram menjadi waktu yang tepat untuk melakukan hijrah sosial. Kita harus mengubah kebiasaan saling menyalahkan menjadi saling menasihati. Kita bisa memperkuat persaudaraan dengan memulai dari diri sendiri—dengan mengucapkan salam, tersenyum, dan membantu tanpa menunggu diminta.
Rasulullah bersabda bahwa seorang Muslim tidak akan membiarkan saudaranya dalam kesulitan. Maka, umat Islam harus aktif membantu saudaranya agar Allah juga membantu kebutuhannya. Tindakan nyata seperti ini akan memperkuat persaudaraan sesama Muslim dan menjadikan umat Islam lebih kuat dan solid.
Jika kita benar-benar menegakkan ukhuwah Islamiyah, umat ini akan menjadi kekuatan yang tak tergoyahkan. Oleh karena itu, mari kita perbarui niat dan tekad. Mulai dari bulan Muharram ini, kita harus menjadi pribadi yang memperkuat persaudaraan sesama Muslim dengan menyatukan hati dan tujuan, bukan malah memecah belah. (*)
