CILACAP – Nelayan Cilacap temukan ribuan peluru berbagai kaliber di sekitar pelabuhan dekat PT SBI, Sabtu (15/7/2023). Seluruh peluru langsung diamankan petugas ke markas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Cilacap.
Penemuan selongsong ini baru diungkapkan Danlanal Cilacap, Kolonel Laut (P) Bambang Subeno, Selasa (18/7/2023). Menurutnya, penemuan selongsong peluru tersebut saat para nelayan hendak mencari sisa mesin kapal yang tenggelam.
Para nelayan ini sempat mengalami kesulitan karena jangkar tersangkut benda di dasar laut. Mereka lalu mencoba menyelam dan melihat ada ribuan peluru di sekitar jangkar.
“Mereka angkat besama-sama dengan tiga orang dan menemukan amunisi. Penemuan ini lalu mereka laporkan ke Lanal Cilacap,” kata Kolonel Laut (P) Bambang.
Dia merinci, ada sekitar 6500 butir peluru dengan berat mencapai kurang lebih 200 kg. Saat ini, seluruh peluru tersebut tersimpan aman di gudang Lanal Cilacap.
Pihaknya tengah menunggu tim penyelam dari Puskopaska yang mampu menyelam di bawah laut. Tim ini kemungkinan besar tiba di Cilacap dan langsung bekerja pada Kamis (18/7/2023) atau Jumat (19/7/2023).
“Tim akan bekerja kalau tidak Kamis atau Jumat,” katanya.
Lanal Cilacap sudah melayangkan surat ke Pertamina, PT SBI dan PT Pusri yang menggunakan pelabuhan tersebut. Tujuannya sebagai pemberitahuan kalau ada nelayan yang temukan peluru di pelabuhan itu. Anggota Lanal sudah menandai lokasi penemuan dengan memasang pelampung. Masyarakat tidak boleh melakukan penyelaman di lokasi tempat para nelayan temukan peluru.
“Kita juga lakukan patroli rutin,” katanya.
Danlanal menambahkan, pihaknya masih menunggu kedatangan tim Puskopaska yang bermarkas di Surabaya. Tim inilah yang akan melakukan penyelaman untuk memastikan keberadaan peluru di bawah pelabuhan.
Dia menduga, peluru ini sudah lama berada di bawah laut. Terlihat dari kondisi selongsong yang terpisah dari proyektil.
“Kemungkinan sudah lama tenggelam. Namun demi keamanan, sekarang kita simpan di gudang,” tegasnya. (*)
