CILACAP – Nuansa batik sangat kentara di gelaran Car Free Day atau CFD Majenang, Minggu (22/1/2023). Ini nampak dari penggunaan atribut batik oleh sejumlah pedagang yang membuka lapak di sana.
Demikian juga dengan tampilan berupa peragaan busana dengan nuansa batik oleh sejumlah anak sekolah di ajang CFD Majenang. Mereka merupakan pegiat modeling dan sudah beberapa kali meraih penghargaan di ajan pemilihan model.
Nuansa batik di CFD Majenang ini menjadi wahana agar terus mengenalkan batik kepada masyarkat luas. Terutama anak muda yang bisa melihat perpaduan busana bermotif batik agar tidak kaku. Karena selama ini, baju batik hanya untuk acara formal dan jarang dipakai saat santai.
Termasuk memadupadakan baju bercorak batik dengan celana atau lain. Tentu saja tampilan ini tetap bagus untuk baju non-formal dan bisa menjadi pilihan kaum milenial.
Dan bagi pedagang dengan penampilan terbaik, ada bingkisan dari panitia. Hingga mereka mencoba menggunakan batik dengan corak beragam. Penyelenggaran CFD Majenang juga membuat kriteria lainnya untuk menentukan pemenang.
Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Majenang, Amir mengapresiasi langkah tersebut. Yakni menggagas agar CFD Majenang bernuansa batik yang sangat lekat.
“Ini bagus,” katanya.
Menurutnya, ajang CFD sangat tepat untuk mengenalkan batik kepada masyarakat luas. Karena ajang ini sudah menjadi ikon bagi warga Majenang dan sekitarnya. Hingga pesan akan batik bisa lebih mudah diterima masyarakat.
“Pesan bisa mudah tersampaikan kepada masyarakat,” katanya.
“Karena batik ini kan warisan leluhur kita dan perlu terus dilestarikan. Hingga masyarakat dan anak muda harus tetap mengenal batik dengan baik. Ini tentu akan membawa pengaruh bagi industri batik yang akan masuk ke Majenang,” tegasnya. (*)
