CILACAP – Pantai Selatan Cilacap dibronjong untuk mengurangi resiko abrasi. Pilihan bronjong ini karena penggunaan bahan alami dan berbahan sabut kelapa hingga tidak merusak struktur pasir. Pemasangan bronjong tersebut berlokasi di Pantai Sedayu Kecamatan Binangun, Cilacap.
Wilayah pantai selatan selama ini kerap terjadi abrasi karena gempuran ombak laut yang terkenal dahsyat. Hampir tiap tahun selalu ada kejadian ombak besar ataupun gelombang tinggi menyapu pesisir selatan Cilacap dan menimbulkan kerusakan.
Sepanjang 2022 lalu setidaknya ada 2 kejadian gelombang tinggi yang sampai merusak bangunan. Pertama pada akhir Agustus 2022 yang menyapu Areal 70, di dekat Teluk Penyu. Lalu pada Desember 2022 juga ada kejadian serupa di sekitar Pantai Sodong.
Selain gelombang tinggi, abrasi pantai terjadi saat terjadi air pasang naik.
Mengatasi hal ini, BPBD Cilacap memasang bronjong ramah lingkungan. Kegiatan ini lalu muncul di akun instagram @muhammadiyah.cilacap. Dalam caption, ada penjelasan singkat dari admin akun terkait kegiatan pemasangan bronjong di pada Jumat (7/7/2023). Di foto utama ada caption berbunyi “Sinergis MDMC bersama BPBD Cilacap Pasang 251 Bronjong Sabut Kelapa di Pantai Selatan”.
Pemasangan bronjong tersebut merupakan program BPBD Cilacap dengan melibatkan sejumlah relawan, anggota TNI dan Polri. Demikian juga dengan warga sekitar Pantai Sedayu.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Erna Suharyati mengatakan, bronjong ramah lingkungan tersebut menjadi pilihan untuk mencegah abrasi pantai selatan Cilacap. Karena bronjong tersebut nantinya akan membentuk tanggul alami.
“Bronjong alami ini merupakan inovasi dari UMKM Cilacap. Ini jadi pilihan kita untuk cegah abrasi di pantai selatan Cilacap,” katanya.
Dia menambahkan, pengurangan resiko abrasi pantai ada tujuan utama. Yakni menjaga vegetasi maupun aset di garis pantai selatan Cilacap yang kerap terdampak ombak besar. Seperti saat ada gelombang tinggi dan kerap merusak pantai, warung ataupun bangunan lain di sana.
“Pemasangan bronjong alami ini agar aset dan vegetasi tetap terjaga,” jelasnya. (*)
