CILACAP – Pasokan air bersih ke rumah dan pelanggan PDAM Cilacap, terganggu karena pengaruh kemarau. Juga bertepatan dengan perbaikan saluran irigasi oleh Dinas PSDA. Hingga pelanggan di wilayah pusat kota Cilacap, Kesugihan, Jeruklegi hingga Kawunganten mengalami masalah.
Air di sejumlah rumah pelanggan kerap berkurang drastis. Bahkan ada pelanggan yang mengeluhkan tidak ada pasokan air bersih sama sekali. Terutama pada jam-jam padat penggunaan.
Direktur PDAM Cilacap, Bambang Yulianto mengakui ada PDAM terganggu dalam hal pasokan air bersih ke pelanggan. Faktor utama karena kemarau yang terjadi sampai akhir Agustus 2023.
“Ini bertepatan dengan perbaikan irigasi oleh pengairan,” katanya.
Dia mengatakan, saat ini suplay air baku dari intake ke pusat pengolahan berkurang drastis dan tinggal menyisakan 50 persen saja. Ini terjadi karena ada faktor lain. Yakni air laut yang masuk sampai ke Sungai Serayu. Tepatnya ke intake yang ada di Kecamatan Kesugihan. Karena pengaruh air laut yang asin, maka intake tidak bisa mengambil air baku sama sekali.
Juga dengan intake yang ada di Bendung Gerak Serayu. Pasokan air dari intake ini membuat PDAM Cilacap terganggu. Karena pompa hanya bekerja dari pukul 08.00 sampai dengan 16.00.
“Kalau malam tidak beroperasi karena menggangu masyarakat di sekitar Bendung Gerak Serayu,” kata Bambang.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengoperasikan 1 unit pengolahan lagi di Desa Bulupayung Kecamatan Kesugihan. PDAM masih menunggu pemasangan instalasi listrik agar pompa di sana bisa bekerja 24 jam penuh. Harapannya agar pasokan air baku PDAM tidak lagi tertanggu.
“Ini sudah kita komunikasikan dengan PLN. Di posisi 5 September nanti, sudah bisa beroperasi,” katanya.
Dia lalu meminta maaf kepada pelanggan PDAM Cilacap yang terganggu akibat berkurangnya pasokan air bersih. Karena hal ini sangat menyulitkan mengingat air menjadi kebutuhan utama masyarakat. Apalagi sekarang sedang musim kemarau.
“Kami atas nama manajemen meminta maaf kepada pelanggan,” tegasnya. (*)
