JAKARTA – Peluang Timnas Putri Indonesia untuk lolos ke Piala Asia, menjadi sangat kecil usai kalah dari Pakistan. Karena laga terakhir, tuan rumah harus menghadapi Chinese Taipe yang menjadi pemuncak grup D dengan 6 poin dan belum pernah kebobolan.
Timnas putri kalah usai gawang Garuda Pertiwi kebobolan dua kali di babak pertama. Gol pertama berasal dari kaki Nadia Khan di menit ke 8 melalui skema serangan cepat. Sementara gol kedua datang dari titik penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang. Suha Hirani sukses mencetak gol di menit ke 19. Skor 0-2 bertahan hingga akhir laga.
Usai kekalahan ini, peluang Timnas Putri untuk lolos Piala Asia menjadi lebih sulit. Saat ini, Chinese Taipe adalah pemuncak grup D. Tim ini belum pernah kebobolan dengan menyapu bersih 2 laga. Mereka menang atas Kirgistan dengan 3-0. Lalu menang dari Pakistan dengan 8-0.
Pengamat sepak bola tanah air, Ronny Pangemanan menyebut peluang Timnas Putri lolos Piala Asia kian berat. Ini dengan melihat kondisi lawan, yakni Chinese Taipe. Saat ini, tim lawan lebih matang dan kuat dari segi permainan ataupun mental.
“Mereka main lebih bagus dan lebih matang,” ujarnya.
Dia menyebut, laga lawan Pakistan menjadi kebalikan bagi Timnas Putri. Yakni Chinese Taipe mampu melesakan 8 gol tanpa balas. Sementara Timnas Putri justru tumbang dan mampu memberikan gol balasan.
Bagi Timnas Putri, membuka peluang untuk lolos Piala Asia hanya dengan mengalahkan Chinese Taipe. Sebaliknya, lawan cukup bermain imbang untuk bisa lolos fase berikutnya.
“Saya pikir mereka (Chinese Taipe) layak untuk lolos putaran final di Australia,” katanya.
Namun begitu, dia melihat Timnas Putri punya beberapa kekuatan dan terlihat saat kalah dari Pakistan. Yakni dengan sejumlah peluang dari pemain seperti Sheva Imut, Isa Warp, Scheunemann dan lainnya. Sayang, peluang ini tidak bisa menjadi gol. (*)
