JAKARTA — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menjelaskan terkait rencana pembangunan kampung haji di Makkah yang kini memasuki tahap penyusunan desain. Konsep dan desain tersebut akan dia bahas bersama sejumlah tokoh dalam waktu dekat.
Menag menegaskan, pemerintah serius menjalankan proyek strategis ini. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan pembangunan kampung haji tersebut.
“Presiden terus memantau perkembangan rencana ini,” kata Nasarudin Umar.
Menag memastikan pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan mitra di Arab Saudi guna mempercepat terwujudnya kampung haji. Ia juga mengungkapkan sudah ada rencana pertemuan dengan sejumlah tokoh pilihan Presiden Prabowo, untuk merancang desain kawasan tersebut.
“Insya Allah minggu ini kami akan bertemu dengan sejumlah orang yang ditugaskan Presiden untuk menciptakan desain pembangunan kampung haji di Makkah,” ujar Menag.
Menag menambahkan, pembangunan kampung haji menjadi langkah strategis untuk meningkatkan layanan bagi jemaah Indonesia yang jumlahnya terbesar di dunia. Ini mengingat jumlah jemaah haji Indonesia mencapai 200 ribu orang dari berbagai pelosok tanah air. Tentu, jumlah sebanyak ini membawa kendala di lapangan.
“Tingkat kesulitan untuk melayani jamaah haji Indonesia itu sangat tinggi. Bayangkan saja, bagaimana cara untuk menghubungi lebih dari 200 ribu jemaah yang tersebar di 17.380 pulau, ribuan desa dan kecamatan. Ini bukan hal mudah,” tegasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo sudah membahas rencana pembangunan kampung haji, dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Rencana ini menjadi langkah pemerintah untuk memberikan fasilitas terlebih baik dan terintegrasi di Makkah.
Untuk skema anggaran, pemerintah melibatkan Danantara. Lembaga ini akan bertanggung jawab mulai dari pengadaan lahan di komplek Mekkah. Saat ini, Danantara sudah menerima tawaran lokasi yang masuk “ring 1” Masjidil Harram. (*)
