JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo memastikan pemerintah mempercepat Pemulihan Fasum yang rusak akibat aksi penyampaian aspirasi di berbagai daerah Indonesia. Pemerintah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, menargetkan perbaikan selesai maksimal enam bulan agar tidak mengganggu layanan publik.
Menteri Dody menegaskan bahwa pemerintah sudah melakukan pendataan kerusakan dan membahas hasilnya dalam rapat terbatas bersama Presiden. Pemerintah mengklasifikasikan kerusakan fasum menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat.
“Untuk Pemulihan Fasum ringan, kami targetkan selesai kurang dari satu minggu, misalnya perbaikan kaca-kaca pecah. Untuk kerusakan sedang, kami butuh waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Sedangkan kerusakan berat memerlukan proses sekitar enam bulan,” jelas Dody saat meninjau kerusakan Gerbang Tol Pejompongan, Selasa (2/9).
Prioritas Pemulihan Fasum untuk Layanan Publik
Menteri Dody menekankan bahwa sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memprioritaskan Pemulihan Fasum yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Fasilitas prioritas meliputi jalan tol, halte, gedung perkantoran pemerintah, serta sarana pemerintahan di berbagai daerah.
“Dalam kondisi tanggap darurat ini, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp900 miliar untuk Pemulihan Fasum di seluruh Indonesia. Jakarta menjadi prioritas utama karena merupakan pusat pemerintahan,” terangnya.
Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat dalam Pemulihan Fasum agar aktivitas masyarakat segera kembali normal. Upaya ini diharapkan berdampak positif pada kelancaran layanan publik dan pergerakan ekonomi. Berdasarkan data, terdapat 21 fasum mengalami kerusakan ringan, 18 rusak sedang, dan 35 rusak berat.
“Pemerintah terus bergerak cepat, tetapi kami juga memastikan semua Pemulihan Fasum dilakukan dengan kualitas terbaik. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena pemerintah akan menuntaskan seluruh proses perbaikan,” tegas Dody. (*)
