News  

Pencarian Korban Longsor Cisarua Diperpanjang Tujuh Hari, 20 Orang Masih Hilang

Tim SAR Gabungan masih terus bekerja mencari korban akibat longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat. Basarnas memutuskan memperpanjang masa pencarian korban longsor di Cisarua. (doc/kantor sar bandung)

CISARUA — Otoritas terkait memperpanjang masa pencarian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat selama tujuh hari ke depan. Tim SAR mempertimbangkan masih banyak korban hilang dan petugas belum bisa menemukan mereka.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan, perpanjangan operasi SAR setelah evaluasi lapangan menunjukkan masih adanya korban yang tertimbun material longsor.

“Operasi akan terus berlanjut selama masih ada harapan untuk menemukan korban. Kami memohon doa agar cuaca tetap bersahabat sehingga sisa korban dapat segera ditemukan,” ujar Syafii, Jumat (30/1/2026).

Syafii menjelaskan, hingga hari ketujuh operasi, tim SAR gabungan telah mengevakuasi total 60 kantong jenazah. Pada hari yang sama, petugas kembali mengevakuasi lima kantong jenazah tambahan berkat kondisi cuaca yang mendukung proses pencarian.

“Alhamdulillah, kondisi cuaca dari pagi hingga sore sangat mendukung operasi SAR hari ini, sehingga kami bisa mengevakuasi lima body pack tambahan,” ujarnya.

Data terbaru di Search Management Cell (SMC) dan tim DVI Polri, jumlah warga hilang meningkat menjadi 158 orang dari 35 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang masih hilang dan menjadi prioritas utama dalam pencarian korban longsor Cisarua.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari guna mendukung kelancaran operasi SAR dan penanganan dampak bencana di wilayah terdampak.

Untuk menunjang operasi di medan yang berat dan meminimalkan hambatan cuaca. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG melakukan modifikasi cuaca agar lebih mendukung dalam proses pencarian korban longsor Cisarua. (*)

Exit mobile version