CILACAP – Sejumlah wilayah perbatasan yang jauh dari kantor BMKG, kerap menjadi titik “blank spot”. Seperti daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat yang meliputi sejumlah kabupaten. Hingga prakiraan cuaca di wilayah ini, tingkat akurasinya berbeda dengan daerah lain.
Wilayah perbatasan yang jadi blank spot ini seperti Cilacap dan Brebes di Jawa Tengah. Sementara di Jawa Barat, ada Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Tasikmalaya, Cirebon dan Kota Banjarpatoman.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Wijonardi mengatakan, kerap prakiraan cuaca di wilayah perbatasan ini kurang tepat karena seolah jadi titik blank spot.
“Seperti beberapa waktu lalu. Prakiaan cuaca menyebutkan tidak ada potensi hujan. Tapi tiba-tiba hujan deras,” katanya.
Dia sempat mengeluhkan dan menyampaikan hal ini ke kantor BMKG di Banjarnegara. Dan jawaban yang dia peroleh yakni Cilacap termasuk jauh dari Kantor BMKG yang ada di Semarang.
Dan ternyata, kondisi serupa juga terjadi di beberapa kabupaten di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Jawa Tengah.
“Kita di Cilacap jauh karena kantor (BMKG) ada di Semarang. Kalau Ciamis, Tasikmalaya, Kuningan, Pangandaran dan Banjarpatoman, jauh dari Kantor BMKG di Bogor,” terangnya.
Namun demikian, dia melihat hal ini sebagai bentuk “peringatan” tersendiri. Yakni terus menyiagakan personil BPBD, instansi terkait dan juga masyarakat.
“Karena ini, kita harus tetap waspada dan siaga. Tidak ada kata lain,” katanya.
Selain itu, BPBD tetap berpegang pada informasi dan perkembangan cuaca dari BMKG. Karena informasi ini selalu memberikan perkembangan cuaca tiap 3 jam, tiap hari dan bahkan mingguan.
“Kita tetap pegang. Seperti kemarin, BMKG memperkirakan ada potensi hujan deras dan angin kencang. Ini tepat dan kemudian ada longsor yang menutup jalan,” tegasnya. (*)
