News  

Pj Ancam Tembak di Tempat Bagi Pelaku Anarkis

Pj Bupati Cilacap, Yunita Diah Suminar saat memberikan keterangan pers bersama Forkompinda. Petugas akan bertindak tegas terhadap pelaku anarkis, termasuk memberlakukan tembak di tempat. (doc)

CILACAP – Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar ancam akan tembak di tempat bagi pelaku anarkis yang mengakibatkan keributan dan kegaduhan di Cilacap. Ancaman ini dia lontarkan karena pasca aksi genk motor yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia, Jumat (23/6/2023).

Polisi menetapkan 11 anak genk motor sebagai tersangka kasus pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Masing-masing memiliki peran berbeda. 4 orang menjadi tersangka karena melakukan pengeroyokan. 7 anak lainnya menjadi tersangka karena kedapatan memiliki senjata tajam.

Genk motor di Cilacap lakukan tindak kekerasan dengan keroyok salah satu warga setempat. Korban akhirnya meninggal dunia. Pelaku membuat mayat korban di Kelurahan Tritih, Cilacap. Warga menemukan jenasah korban pada Sabtu (24/6/2023) pagi.

Dan Sabtu (1/7/2023), petugas mengabarkan sudah menangkap 4 ABG pelaku pengeroyokan di Desa Sidamulya Kecamatan Sidareja. Aksi pelaku terjadi pada Sabtu (24/6/2023) malam dan mengakibatkan 2 orang korban mengalami luka-luka.

Mendapati situasi ini, Pj Bupati memberikan sikap tegas bagi siapapun yang terlibat dalam aksi anarkis di Cilacap. Pemerintah bersama aparat keamanan akan mengambil langkah tegas. Termasuk melakukan tempat di tempat.

“Komitmen kami, akan menindak tegas, orang-orang atau kelompok-kelompok yang bersikap anakrkis dan melanggar hukum di Kabupaten Cilacap,” ujar Pj Bupati.

Dia mewanti agar masyarakat untuk tidak gegabah dan tidak mempermainkan petugas. Karena petugas akan mengambil langkah tegas bagi pelaku tindak anarkis.

“Jangan main-main dengan kami. Karena kami berkomitmen menindak tegas perilaku-pelaju anarkis. Entah itu dilakukan orang dewasa, anak-ana atau remaja,” terangnya.

Tindakan tegas petugas tersebut, bisa berupa tembak di tempat bagi pelaku anarkis.

“Kalau perlu, akan diberlakukan tembak di tempat,” katanya.

Dia meminta warga ikut berperan aktif dalam menjaga kondisi di wilayah masing-masing. Seperti mengawasi anak masing-masing. Caranya dengan memastikan anak-anak ini sudah berada di rumah pukul 22.00.

“Para orang tua, kami minta dengan sangat untuk menjaga anak-anak. Dan kepada seluruh warga, giatkan kembali siskamling,” tegasnya. (*)

Exit mobile version