Politikus Kwik Kian Gie, Kader PDI yang Mendukung Prabowo

Politikus Kwik Kian Gie, Kader PDI Yang Mendukung Prabowo.(doc.instagram)

JAKARTA – Politikus Kwik Kian Gie memutuskan terjun ke dunia politik pada 1987 dengan bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang saat itu dipimpin Drs. Soerjadi. Politikus Kwik Kian Gie secara aktif mewakili PDI sebagai anggota Badan Pekerja Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tidak lama setelah bergabung. Ketika partai tersebut berubah menjadi PDI Perjuangan (PDI-P) di bawah Megawati Soekarnoputri, politikus Kwik Kian Gie tetap setia mendampingi dan bahkan memimpin Badan Penelitian dan Pengembangan sebagai Ketua DPP.

Presiden Abdurrahman Wahid menunjuk Kwik Kian Gie sebagai Menko Ekonomi pada 1999 hingga 2000. Kwik Kian Gie menjalankan peran sebagai birokrat dengan penuh tanggung jawab.
Presiden Megawati Soekarnoputri kembali mempercayakan tugas penting kepada politikus Kwik Kian Gie.
Ia menunjuk politikus Kwik Kian Gie sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional pada 2001–2004. Saat itu, politikus Kwik Kian Gie juga menjabat sebagai Ketua Bappenas secara bersamaan.

mengejutkan Tim Kampanye Nasional

Kwik Kian Gie mengambil langkah mengejutkan dengan bergabung ke tim kampanye nasional pasangan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno dalam Pilpres 2019. Keputusan ini membuat publik terkejut karena Kwik Kian Gie selama ini dikenal sebagai kader PDI-P. Prabowo Subianto menyebut bahwa Kwik Kian Gie bersedia menjadi penasihatnya dalam menghadapi Pilpres 2019 demi kepentingan bangsa, meskipun ia berasal dari PDI-P. Kwik Kian Gie menyampaikan niat itu sebagai bentuk tanggung jawabnya terhadap negara.

Tim Prabowo-Sandi kemudian menetapkan Kwik Kian Gie sebagai dewan pakar di Badan Pemenangan Nasional. Meski menjauh dari partai, Kwik Kian Gie tetap menjaga hubungan baik dengan Megawati dan para kader PDI-P. Bahkan, ia sempat membentuk Komite Pemurnian PDI-P pada Oktober 2004 untuk menyelamatkan partai dari kader yang ia nilai menyimpang. Setelah Kongres PDI-P pada 28 Maret–3 April 2025, Kwik Kian Gie memilih untuk berada di luar partai.

Pada 28 Juli 2025, Kwik Kian Gie meninggal dunia dalam usia 90 tahun. Andreas Hugo Pareira, politikus senior PDI-P, mengonfirmasi kabar duka ini dan menyatakan bahwa PDI-P serta bangsa Indonesia kehilangan sosok Kwik Kian Gie yang berintegritas dan memiliki rekam jejak luar biasa sebagai ekonom dan negarawan. (*)

Exit mobile version