JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan menyampaikan dua pidato kenegaraan dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI–DPD RI pada Jumat (15/8/2025), bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Presiden secara langsung akan menguraikan pencapaian pemerintahannya selama hampir 300 hari masa jabatan. Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, menegaskan bahwa Presiden akan menyampaikan pidato kenegaraan pertama pada pukul 10.00 WIB di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR).
Presiden akan langsung memaparkan pencapaian pemerintah selama hampir 300 hari. Hasan Nasbi juga aktif memantau persiapan agar acara berjalan lancar dan sukses. Presiden akan secara langsung memaparkan hasil kinerja pemerintahan yang telah berjalan hampir 300 hari atau sekitar 10 bulan. Hasan Nasbi juga memastikan persiapan acara sudah matang agar pidato berjalan lancar dan efektif.
Agenda Sidang Tahunan dan Pidato Kenegaraan Pagi
Agenda resmi mencatat Sidang Tahunan dimulai pukul 09.00 WIB dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan mengheningkan cipta. Ketua MPR RI membuka sidang secara langsung dengan penuh khidmat. Acara ini menandai pembukaan resmi Sidang Tahunan. Ketua MPR secara langsung membuka sidang dengan penuh khidmat. Setelah penayangan video capaian kepemimpinan Presiden, Prabowo akan melanjutkan dengan laporan kinerja lembaga-lembaga negara sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka HUT Ke-80 RI. Pada sore hari, Presiden Prabowo juga akan menyampaikan pidato kenegaraan kedua pada pukul 14.57 WIB dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Masa Sidang 2025–2026. Di sana, ia akan memaparkan pengantar Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2026 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukung.
Makna Strategis Pidato Kenegaraan Sore
Hasan Nasbi menjelaskan bahwa pidato kenegaraan kedua di sore hari akan menjadi momentum penting bagi Presiden untuk memaparkan arah kebijakan fiskal dan prioritas pembangunan tahun depan. Presiden akan memanfaatkan kesempatan itu secara langsung untuk menjelaskan langkah pemerintah. Presiden, Wakil Presiden, dan pimpinan DPR RI akan hadir dalam Rapat Paripurna sore pukul 14.28 WIB. Ketua DPR akan membuka rapat dengan pidato pembukaan masa persidangan. Setelah itu, Presiden menyampaikan pidato kenegaraan kepada seluruh anggota DPR.
Partisipasi Publik dalam Pidato Kenegaraan
Setelah penyampaian RUU APBN 2026, pimpinan DPD akan memberikan tanggapan sebelum penandatanganan berita acara. Menteri Sekretaris Negara menerbitkan surat pedoman peringatan HUT ke-80 RI pada 12 Agustus 2025. Hasan Nasbi mengajak seluruh instansi pemerintah, swasta, serta masyarakat untuk mengikuti siaran langsung kedua pidato kenegaraan tersebut melalui radio, televisi, dan platform digital seperti YouTube. Ia menegaskan bahwa rangkaian sidang ini menjadi agenda tahunan kenegaraan sekaligus momentum refleksi capaian pembangunan dan arah kebijakan strategis pemerintahan menuju tahun 2026. Hasan Nasbi juga secara aktif memantau persiapan teknis agar siaran berjalan lancar dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. (*)
