Bisnis  

Produk Bakso di Sydney Jadi Ujung Tombak Ekspansi Kuliner UMKM Indonesia

ilustrasi

AUSTRALIA – Pemerintah Indonesia meluncurkan food truck Kangen Indo untuk mengenalkan produk bakso di Sydney. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi kuliner UMKM ke pasar internasional melalui kolaborasi digitalisasi.Kementerian Perdagangan, lewat Atase Perdagangan RI di Canberra, menggagas peluncuran food truck bakso pertama di Australia. Selain itu, peluncuran ini menjadi bagian penting dari strategi ekspor kuliner berbasis kolaborasi digitalisasi. Acara tersebut berlangsung di kawasan The Artistry, Mascot, Sydney, pada 5 Juli 2025.

Kehadiran produk bakso di Sydney melalui Kangen Indo menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memajukan UMKM di pasar luar negeri. Duta Besar RI untuk Canberra, Siswo Pramono, menegaskan bahwa peluncuran ini juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkenalkan budaya Indonesia.

Pemerintah Australia mendukung penuh peluncuran produk bakso di Sydney sebagai bentuk kolaborasi ekonomi dan budaya yang positif. Matt Thistlethwaite, Assistant Minister for Immigration Australia, menegaskan bahwa pemerintahnya akan terus menciptakan iklim usaha sehat demi mendukung UMKM Indonesia melalui kolaborasi digitalisas Matt Thistlethwaite, Assistant Minister for Immigration Australia, menegaskan bahwa pemerintahnya akan terus mendukung iklim usaha yang sehat bagi UMKM Indonesia.

Produk bakso di Sydney mendapat sambutan hangat dari masyarakat lokal dan diaspora Indonesia karena menggambarkan solusi inovatif UMKM. Masyarakat lokal dan diaspora Indonesia menyambut produk bakso di Sydney dengan antusias karena mereka menilai UMKM menghadirkan solusi inovatif. Agung Haris Setiawan dari Atdag RI Canberra menjelaskan bahwa food truck mempercepat akses pasar dan mendukung gaya hidup warga setempat dalam konteks kolaborasi digitalisasi.

Tim peluncuran memilih wilayah strategis seperti Mascot yang banyak dihuni warga keturunan Indonesia agar produk bakso cepat dikenal. Langkah ini mendorong pelaku UMKM lain untuk menembus pasar global dengan semangat kolaborasi digitalisasi.

Peluncuran produk bakso

The Artistry sebagai lokasi peluncuran produk bakso di Sydney bukan hanya tempat kuliner, tetapi juga wadah kreativitas Indonesia. CEO The Artistry, Yudi Loefti, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung ekspor jasa kreatif Indonesia lewat acara budaya dan kuliner seperti Street Food Live.

BESPOKE sebagai induk The Artistry ikut aktif mempromosikan produk bakso di Sydney bersama kekayaan budaya Indonesia. Haris menyebut BESPOKE sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun hubungan Indonesia-Australia secara kolaboratif dan kreatif.

Pemilik Kangen Indo, Ayu Zulia Shafira dan Shelly Marzuki, akan memasarkan produk bakso di Sydney secara digital dan menggandeng kreator konten Indonesia di Australia. Strategi ini ditujukan untuk menjangkau pasar anak muda dan komunitas diaspora.

Sejak penerapan IA-CEPA tahun 2020, perdagangan Indonesia-Australia tumbuh pesat, dan produk bakso di Sydney menjadi bagian penting kemitraan tersebut. Haris menyatakan bahwa peningkatan ekspor Indonesia menunjukkan potensi besar UMKM dalam persaingan global. (*)

Exit mobile version