AFRIKA – Indonesia mencatat potensi transaksi sebesar USD 18,88 juta saat mengikuti FAB West Africa 2025 di Lagos, Nigeria. PT Asindo Tech menyumbang transaksi terbesar senilai USD 12 juta lewat produk sistem biogas unggulannya.
Tak hanya itu, minat tinggi terhadap wafer keju, kopi, teh, dan olahan singkong mendorong potensi transaksi dari pasar Afrika. PT Kaldu Sari Nabati mencatat potensi USD 5 juta untuk ekspor wafer ke Nigeria, Ghana, dan Ivory Coast. PT Edmar Mandiri Jaya meraih transaksi USD 880 ribu untuk produk ikan beku dan boga bahari olahan.
KUAI Fahmi Aris Inayah menegaskan Indonesia menciptakan potensi ekspor di pasar nontradisional melalui pameran ini. Kepala ITPC Lagos, Immanuel Lingga, menyebut pameran ini memperluas jejaring dan membuka banyak potensi bisnis.
Immanuel menambahkan bahwa Paviliun Indonesia menjadi paviliun tersibuk dan menghasilkan banyak potensi transaksi. Demo produk dari Kapal Api dan Asindo Tech meningkatkan minat pengunjung serta memperluas potensi di sektor energi bersih. Sebanyak 13 perusahaan Indonesia memamerkan produk unggulan dengan target membuka potensi transaksi jangka panjang di Afrika.
Indonesia memamerkan produk
Selanjutnya, PT Nutrifood menerima trial order Nutri-C senilai USD 100 ribu dan membuka potensi di sektor kesehatan. Di sisi lain, PT Daidan Food Indonesia menjajaki potensi transaksi USD 100 ribu untuk ekspor bahan camilan ringan dan kerja sama teknologi.
Sementara itu, PT Santos Jaya Abadi memperoleh potensi sebesar USD 100 ribu untuk Good Day Coffee dan produk teh Bonteh. Menurut Immanuel, produk manis seperti kopi susu dan teh tarik memiliki potensi transaksi tinggi di kalangan muda Afrika.
Sebagai tindak lanjut, tim Indonesia menggelar diskusi untuk menjalin relasi dan memperluas potensi transaksi di Afrika Barat. Sebagai langkah lanjutan, tim juga aktif menjaring buyer potensial untuk memperkuat potensi bagi eksportir Indonesia. (*)
