News  

Puskesmas Harus Bangun Branding. Seperti RS Swasta

ilustrasi

CILACAP – Pj Bupati Cilacap, Yunita Dyah Suminar memerintah agar puskesmas harus ikut memikirkan dan bangun branding. Tujuannya agar bisa membangun kepercayaan masyarakat terhadap petugas dan juga puskesmas.

Yunita mencontohkan sejumlah rumah sakit swasta yang membangun branding. Layaknya perusahaan swasta pada umumnya. Mulai dengan membangun branding sebagai rumah sakit spesialis kandungan, atau sejenisnya.

“Branding itu penting. Puskesmas juga harus ikut bangun branding,” kata Yunita.

Dia mengatakan, sudah bukan jamannya lagi petugas puskesmas gagap dalam memberikan pelayanan. Atau menggenakan seragam lusuh atau kurang komunikatif. Demikian juga dengan penataan ruang perawatan yang kurang bersih.

“Jangan sampai pakai seragam yang gambarnya sudah luntur. Bangun branding puskesmas bersih dan pelayanan cepat,” katanya.

“Dokter jangan malas kasih edukasi. Tentu dengan bahasa awam agar masyarakat bisa lebih memahami,” kata dia.

Menurutnya, puskesmas yang ikut branding seperti rumah sakit swasta akan membentuk kompetisi. Dan di dalam kompetisi ini akan berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

“Tapi kompetisi bukan terus mungsuh-mungsuhan (saling memusuhi). Dan kala sudah bagus, pasti (puskesmas) akan dikejar,” katanya.

Dia berharap puskesmas bisa serius dan ikut bangun branding sebagai citra lembaga layanan kesehatan. Karena ujungnya adalah kepercayaan masyarakat. Hingga puskesmas lebih mudah dalam mengarahkan masyarakat.

Dan kepercayaan ini sangat dibutuhkan karena tugas puskesmas tidak hanya memberikan layana pengobatan semata. Namun juga preventif melalui berbagai ajakan, kampanye dan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat. Tugas berat lainnya adalah menekan angka kematian ibu atau angka kematian anak pasca persalinan. Demikian juga dengan kasus stunting.

“Kemenkes sekarang dorong puskesmas preventif dan promotif,” kata dia.

Karena itu Yunita berharap agar Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap serius akan hal ini. Yakni bangun branding untuk semau puskemas yang tersebar di 24 kecamatan.

“Saya titip Kepala Dinas Kesehatan agar faskes biasakan “greeting”. Minta maaf jika salah.
Ini bisa jadi bangun branding puskesmas,” tegasnya. (*)

Exit mobile version