religi  

Rahasia Harmonis Menurut Islam, Serumah dengan Mertua & Orang

Banyak pasangan gagal menciptakan keharmonisan ketika mereka tinggal bersama orang tua atau mertua. (doc/nu online)

JAKARTA – Banyak pasangan gagal menciptakan keharmonisan ketika mereka tinggal bersama orang tua atau mertua. Selain itu, perbedaan pandangan, nilai, dan kebiasaan hidup sering menimbulkan ketegangan.

Beberapa pasangan memilih pindah dari rumah orang tua atau mertua untuk hidup sendiri. Padahal, pasangan yang harmonis tinggal serumah dengan orang tua atau mertua memiliki kesempatan lebih besar untuk berbakti dan membahagiakan mereka.

Seorang anak tidak bisa maksimal membahagiakan orang tua atau mertua jika ia tidak tinggal serumah. Karena itu, jarak tempat tinggal menghalangi pemahaman langsung terhadap kebutuhan dan keinginan mereka.

Oleh sebab itu, pasangan harus menerapkan tips yang tepat agar hidup serumah tetap harmonis sesuai ketentuan Islam. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan:

1. Menjaga Etika Baik

Pasangan yang harmonis tinggal serumah selalu menunjukkan sikap terpuji kepada orang tua dan mertua. Dengan begitu, sikap baik ini menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang yang kuat.

Akhlak tercela dapat menghancurkan keharmonisan. Abdul Lathif menegaskan bahwa Allah menumbuhkan cinta dan kasih sayang di antara suami-istri. Selain itu, ia menekankan pentingnya ikhlas dalam berinteraksi, meski konflik rumah tangga muncul akibat lemahnya moral dan lingkungan yang rusak.

Karena itu, pasangan wajib menjaga etika dengan orang tua dan mertua agar tetap harmonis. Imam Al-Ghazali menyarankan agar mereka mendengarkan, mematuhi, dan melaksanakan perintah orang tua dengan penuh kasih sayang. Muhammad Khithab As-Subki menambahkan, menantu harus memperlakukan mertua dengan sopan, menghindari konfrontasi, dan menjaga kenyamanan hidup bersama.

2. Membangun Komunikasi yang Baik

Pasangan yang harmonis tinggal serumah selalu membangun komunikasi yang baik dengan mertua dan orang tua. Mereka juga mendiskusikan setiap persoalan dengan akrab, persaudaraan, dan keterbukaan.

Komunikasi yang lembut dan sopan menciptakan respons positif, menghilangkan salah paham, dan membuat suasana rumah tangga damai. Nabi Muhammad saw menekankan bahwa Allah memasukkan sifat kelembutan dalam rumah tangga yang ingin diberkahi.

Dengan demikian, pasangan yang mampu menyikapi orang tua dan mertua dengan lembut menghindari amarah dan ego yang sering memicu masalah keluarga. Al-Munawi dan Al-Qur’an menegaskan bahwa menjaga komunikasi yang baik merupakan kunci keharmonisan.

3. Senantiasa Mengalah

Pasangan yang harmonis tinggal serumah selalu mengalah kepada orang tua dan mertua tanpa menolak pandangan mereka. Dengan mengalah, pasangan dapat menghindari konflik dan tetap menjaga rasa respek serta kebanggaan dalam keluarga.

Nabi Muhammad saw menasihati untuk meninggalkan perdebatan karena manfaatnya sedikit dan dapat menimbulkan permusuhan. Selain itu, Syekh Ali Al-Qari menekankan berbuat baik dengan memaafkan dan memaklumi hal-hal yang tidak disukai.

Kesimpulannya, pasangan bisa harmonis tinggal serumah dengan orang tua atau mertua dengan tiga cara utama: menjaga etika, membangun komunikasi yang baik, dan senantiasa mengalah. (*)

Exit mobile version