Bisnis  

Rosan Klaim KEK Serap Investasi Rp78,1 Triliun dan 47.747 Tenaga Kerja

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani memberikan keterangan kepada pers. Dia menyebut, investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah melebihi target. (doc/setneg)

JAKARTA — Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terus menunjukkan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam hal investasi dan penyerapan tenaga kerja.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani menyebut, KEK menarik investasi senilai Rp90,1 T. Jumlah ini melampaui target pemerintah sebesar Rp78,1 triliun.

Pencapaian investasi di KEK tersebut, dia laporkan dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Rosan juga mengungkap bahwa pencapaian investasi tersebut turut mendorong penciptaan lapangan kerja secara signifikan.

“Penyerapan tenaga kerja di KEK tahun 2024 mencapai 47.747 orang, melebihi target yang awalnya sebanyak 38.953,” ujar Rosan usai rapat.

Rosan melanjutkan, jumlah pelaku usaha yang aktif di KEK juga meningkat. Hal ini sejalan dengan nilai investasi yang masuk ke sana. Pihaknya mencatat ada tambahan 72 pelaku usaha baru sepanjang 2024.

Secara kumulatif sejak 2012 hingga akhir 2024, investasi KEK telah mencapai Rp263,4 triliun. Dengan total 403 pelaku usaha dan penciptaan lapangan kerja bagi 160.874 orang.

“Keseluruhan dari 2012 sampai 2024, capaian kumulatif di KEK itu Rp263,4 triliun, dengan jumlah pelaku usaha 403, dan penciptaan tenaga kerjanya itu selama 2012 sampai 2024 itu 160.874,” jelas Rosan.

“Capaian ini menunjukkan bahwa keberadaan KEK mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah serta menyerap lebih banyak tenaga kerja,” kata Rosan.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas yang membahas perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bersama sejumlah Menteri Kabinet. Dalam rapat ini juga melibatkan perwakilan KEK melalui hybrid. (*)

Exit mobile version