CILACAP – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Majenang dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulum memutuskan untuk memulangkan para santri. Terutama santri yang menempati 3 asrama yang terbakar pada Selasa (21/10/2025) dini hari.
Asrama santriwati Pondok Pesantren Darul Ulum di Desa Jenang Kecamatan Majenang, Cilacap terbakar, Selasa (21/10/2025) dini hari. Akibatnya, 2 ruang santri dan 1 kelas rusak parah akibat si jago merah. Peristiwa ini membuat puluhan santri harus mengungsi ke masjid di komplek Ponpes Darul Ulum.
Informasi awal menyebutkan, api pertama kali berkobar dari salah satu asrama. Api dengan cepat menyebar ke ruang di samping kanan dan kiri.
Salah satu saksi mata menyebut, mendengar teriakan para santri setelah melihat ada kobaran sekitar pukul 01.20. Pengurus Ponpes Darul Ulum mencoba lalu berusaha untuk memadamkan api. Namun upaya ini gagal karena api di asrama Ponpes Darul Ulum sudah terlalu besar. Mendapati kondisi kian tidak menguntungkan, pengurus ponpes lalu menghubungi Pos Damkar Majenang.
Ketua PCM Majenang, H Masykur Ikhsan SAg mengatakan, pihaknya sudah mempertimbangkan berbagai hal pasca kebakaran di Ponpes Darul Ulum. Salah satunya menyiapkan rencana untuk memulangkan para santri Ponpes Darul Ulum yang menjadi korban kebakaran.
“Rencana seperti itu. Tapi hanya yang menjadi korban kebakaran,” katanya.
Dia mencontohkan, santri yang menempati asrama Hafsoh, Maryam dan Fatimah. Korban paling parah adalah santri yang menempati asrama Maryam karena ludes terbakar. Sementara asrama Hafsoh, mengalami kerusakan lebih ringan. Demikian juga dengan Fatimah. Meski begitu, para santri ini tetap menjadi korban kebakaran yang terjadi di Ponpes Darul Ulum.
“Yang ruangannya terbakar habis, tentu sudah tidak punya pakaian. Santri di ruang lain masih ada pakain, tapi kotor semua. Tentu ini jadi pertimbangan kami bersama pengurus,” terangnya.
Dia menambahkan, pemulangan para santri Ponpes Darul Ulum ini akan mengikuti jadwal. Untuk sementara, santri yang menempati asrama lain akan bertahan di sana.
“Santri putra tetap di sini,” tegasnya. (*)
