CILACAP – Tradisi upacara sedekah laut di pesisir selatan Cilacap, sudah masuk dalam kalender wisata di Jawa Tengah. Hingga ajang ini bisa menjadi bahan promosi wisata untuk menarik pengunjung dari berbagai daerah.
Sedekah laut bagi para nelayan pesisir selatan Jawa dan sudah menjadi tradisi tahunan. Pagelaran ini sudah berlangsung sejak 1783 lalu. Prosesi khas nelayan ini mengambil waktu Jumat kliwon pertama bulan suro berdasarkan penanggalan Jawa. Jika di bulan suro tidak ada Jumat kliwon, maka nelayan menggelar sedekah laut pada Selasa Kliwon.
Tiap tradisi ini, nelayan akan melarung jolen ke tengah laut. Dan tiap tahun selalu ada inovasi agar lebih menarik penonton. Termasuk hadirnya pentas tari tradisional seperti kentongan dan barongsai. Kesenian terakhir mampu menarik perhatian warga non pribumi.
Tiap pelaku dari tradisi ini, tidak pernah lepas dari asesoris khas masyarakat Jawa. Mulai dari pasukan yang menggenakan seragam khas sampai dengan pejabat yang berbusana Jawa.
Dan tahun ini, ada 9 gunungan berisi hasil bumi dan mirip gunungan pada acara serupa di daerah lain. Gunungan ini juga menjadi sasaran masyarakat yang menunggu prosesi di Pantai Teluk Penyu.
Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Cilacap, Paiman mengakui, tradisi sedekah laut sudah masuk kalender wisata Jawa Tengah.
“Sudah masuk kalender wisata di Jawa Tengah,” katanya.
Dia mengakui, pandemi selama 2 tahun mengakibatkan dinas harus mengubah banyak hal. Termasuk masalah penyiapan anggaran karena kegiatan ini ada di bawah kendali dinas. Hingga dinas harus mengeluarkan upaya lebih keras lagi untuk terus mengenalkan tradisi nelayan Cilacap.
“Proses anggaran beda dengan EO. Dan pasca pandemi kita berjuang even spt ini kita bangkitkan lagi karena sudah masuk
even Jawa Tengah,” kata dia. (*)
