CILACAP – Isu akan adanya bahaya dari permainan lato-lato, membuat salah satu sekolah di Cilacap melalukan razia. Para guru dan staf pengajar mengambil lato-lato dari siswa yang kedapatan membawanya ke sekolah.
Sejak lato-lato menjadi viral, muncul sejumlah berita tentang adanya bahaya dari permainan ini. Salah satunya adalah ada anak yang terluka akibat lato-lato. Berita ini menyebar luas melalui berbagai platform media dan mempengaruhi masyarakat.
Hal ini membuat SDM PK Kecamatan Majenang, Cilacap melakukan razia lato-lato. Guru mengambil lato-lato dari anak didik. Meski kemudian mainan ini dikembalikan saat siswa pulang sekolah.
Wakil Kepala SDM PK Majenang, Siti Nurhayati mengatakan, razia lato-lato di sekolah tersebut sejak Rabu (11/1/2023).
“Rabu, Kamis dan hari ini ada razia lato-lato lagi,” katanya, Jumat (13/1/2023).
Dia mengatakan, pihak sekolah mengambil langkah razia karena anak sering lupa waktu. Tidak jarang anak tetap bermain lato-lato saat sudah masuk kelas.
Selain itu, para guru sempat mendapatkan pesan dari wali murid yang mengaku khawatir jika anak mereka bermain lato-lato.
“Di grup WA wali, ada wali murid yang merasa khawatir dengan lato-lato,” katanya.
Dia menambahkan, pada dasarnya lato-lato ada punya sisi positif dan negatif. Satu sisi ada nilai positif karena melatih motorik anak. Namun di saat bersamaan, ada ancaman bahaya yang mengintip anak.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, justru bebaskan siswa main lato-lato. Permainan ini justru membuat anak bisa menjauh dari ketergantungan terhadap gadget. Hanya saja, dinas mewajibkan ada arahan dari guru sekolah sebelum bebaskan siswa main lato-lato.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Sadmoko Danardono mengatakan, siswa tetap bisa main lato-lato. Termasuk membawanya ke lingkungan sekolah.
“Bisa saja main waktu jam istirahat. Main di dekat lapangan atau tepi sawah. Kan banyak sekolah yang dekat sawah. Malah bagus karena anak bergerak,” katanya, Rabu (11/1/2023). (*)
