JAKARTA — Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata berhasil mendorong laju ekonomi nasional hingga mencapai 5,12 persen pada kuartal II-2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menyatakan, kontribusi sektor pariwisata menjadi salah satu faktor utama di balik peningkatan tersebut.
“Saya bangga perekonomian Indonesia mampu tumbuh 5,12 persen pada kuartal kedua. Angka ini melebihi capaian kuartal I-2025 maupun periode yang sama tahun lalu. Dan sektor pariwisata menjadi penyumbang utama,” kata Widiyanti.
Ia menjelaskan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 331,37 juta perjalanan, meningkat 22,32 persen dibandingkan kuartal II-2024. Sementara itu, kunjungan wisatawan mancanegara juga naik 13,96 persen menjadi 3,89 juta kunjungan.
“Selama semester pertama 2025, kami telah mencatat 613,78 juta perjalanan wisatawan domestik dan 7,05 juta kunjungan wisatawan asing. Data ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata berjalan sangat positif,” ungkap Widiyanti.
Selain pariwisata, sektor jasa perusahaan tumbuh 9,31 persen dan menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua. Kenaikan ini ditopang oleh meningkatnya aktivitas agen perjalanan wisata dan biro jasa pariwisata.
Sektor transportasi dan perdagangan menyusul di posisi ketiga dengan pertumbuhan 8,52 persen, terdorong kebijakan stimulus seperti diskon harga tiket pesawat dan kereta api. Sementara itu, sektor akomodasi serta makanan dan minuman mencatatkan pertumbuhan 8,04 persen dan menempati posisi keempat.
“Peningkatan aktivitas kepariwisataan secara langsung memengaruhi pertumbuhan di sektor akomodasi dan makanan-minuman. Ini membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata berdampak luas ke sektor lain,” jelasnya.
Widiyanti menyatakan optimisme pertumbuhan ekonomi akan terus meningkat pada semester kedua 2025. Ia menegaskan bahwa sektor ini akan tetap menjadi penggerak utama ekonomi nasional.
“Kami akan terus mendorong pengembangan destinasi dan infrastruktur pendukung. Dengan strategi yang tepat, pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata akan semakin kuat dan berkelanjutan,” tutupnya.
Sebelumnya, pemerintah libur sekolah menjadi momen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Hingga muncul kebijakan diskon tarif kereta api dan lainnya. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih mudah bepergian dan perputaran uang lebih cepat. (*)
