JAKARTA – Puasa tidak hanya menjadi ibadah spiritual, tetapi juga memberikan manfaat puasa bagi kesehatan tubuh. Sejumlah penelitian menunjukkan puasa membantu tubuh mengatur pola makan lebih teratur dan memberikan berbagai dampak positif secara medis.
Saat berpuasa, seseorang mengikuti jadwal makan dan minum yang lebih terkontrol. Pola ini membuat tubuh memiliki waktu istirahat dari proses pencernaan. Dalam praktiknya, puasa memiliki berbagai variasi durasi, mulai dari 24 hingga 72 jam dalam satu siklus tertentu.
Berikut sejumlah manfaat puasa bagi kesehatan berdasarkan hasil penelitian ilmiah:
- Mengurangi Risiko Kanker
Penelitian yang dipublikasikan jurnal Metabolism Open menunjukkan puasa dari pagi hingga matahari terbenam dapat menurunkan stres oksidatif. Kondisi ini terjadi karena tubuh meningkatkan aktivitas gen antioksidan selama berpuasa. Penurunan stres oksidatif membantu mengendalikan radikal bebas yang berpotensi memicu kanker.
- Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
Studi yang dimuat dalam jurnal Frontiers in Nutrition menyebut puasa selama tiga hari dapat merangsang produksi sel darah putih baru. Peningkatan sel darah putih memperkuat sistem imun dalam melawan infeksi.
- Menurunkan Risiko Diabetes
Puasa membantu menjaga kestabilan kadar gula darah. Mengutip Healthline, puasa dapat mengurangi resistensi insulin sehingga tubuh mengirim glukosa dari aliran darah ke sel dengan lebih efisien.
- Menjaga Kesehatan Jantung
Sejumlah studi pada orang dewasa dengan obesitas menunjukkan puasa menurunkan tekanan darah, kadar trigliserida, dan kolesterol jahat. Penurunan faktor risiko tersebut membantu mencegah penyakit jantung koroner dan serangan jantung.
- Membantu Menurunkan Berat Badan
Saat berpuasa, tubuh mengurangi asupan glukosa sehingga memicu pemecahan cadangan energi. Tubuh kemudian membakar lemak sebagai sumber energi. Proses ini membantu menurunkan berat badan, terutama jika seseorang tetap menerapkan pola makan sehat saat berbuka.
- Meningkatkan Fungsi Otak
Penelitian menunjukkan puasa dapat meningkatkan fungsi kognitif dan membantu meredakan peradangan. Efek tersebut berpotensi menurunkan risiko gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson, meskipun para ahli masih memerlukan penelitian lanjutan.
- Mengurangi Peradangan
Beberapa penelitian membuktikan manfaat puasa bagi kesehatan seperti menekan peradangan dalam tubuh. Penurunan peradangan membantu mencegah penyakit kronis seperti penyakit jantung, kanker, artritis reumatoid, hingga multiple sclerosis.
- Mendukung Kesehatan Mental
Manfaat puasa juga mengarah pada kesehatan mental. Pola hidup yang lebih teratur dan keseimbangan hormon selama puasa membantu seseorang mengelola stres dengan lebih baik. (*)
