News  

Subsidi BBM Salah Sasaran. YLKI Tuntut Aturan Tegas

ilustrasi

CILACAP – Subsidi BBM ternyata banyak yang salah sasaran. Seharusnya subsidi ini untuk membantu warga kurang mampu. Tapi justru lebih banyak dinikmati orang kaya.

Data Kementerian Keuangan, 80 persen pengguna BBM bersubsidi justru kalangan mampu dan orang kaya. Ini mempertegas kalau subsidi BBM salah sasaran dan butuh perbaikan dari sisi regulasi.

YLBKI melihat, masalah ini menimbulkan kecemburuan di kalangan warga kurang mampu. Karena itu butuh ketegasan pemerintah agar subsidi BBM tidak lagi salah sasaran. Selain itu, subsidi ini lebih berpihak kepada warga kurang mampu.

Ketua YLBKI, Yayan Sutarna Suprianto menuntut adanya aturan tegas dari pemerintah. Karena dia melihat ketidaktegasan pemerintah ini menimbulkan kecemburuan masyarakat menengah ke bawah.

“Karena ternyata yang banyak menggunakan BBM subsidi justru orang-orang kaya,” katanya.

Dia menambahkan, pemerintah juga perlu memberikan insentif kepada pengguna Pertamax dan Pertamax Turbo. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat mampu yang justru selama ini telah banyak menikmati subsidi.

“Agar muncul kesadaran kalangan menengah ke atas bahwa subsidi itu untuk menengah ke bawah,” ujarnya.

Ketua Kelompok Kerja Pengelolaan Udara dan Limbah, Teknik Lingkungn Institut Teknologi Bndung (ITB), Puji Lestari menambahkan, membangun kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi sangatlah penting.

“Insentif itu agar masyarakat membeli BBM yang sesuai dengan kepemilikan mobil mereka,” ujarnya. (*)

Exit mobile version