News  

Tanah Bergerak di Brebes, 383 Orang Mengungsi dan Ratusan Rumah Hancur

Bencana tanah bergerak di Kabupaten Brebes, hancurkan ratusan rumah. Selain itu, 383 orang terpaksa mengungsi. (doc/BPBD Jawa Tengah)

BREBES – Bencana alam berupa tanah bergerak, meluluhlantakan ratusan rumah di Desa Mendala Kecamatan Sirampog, Brebes. Akibat kejadian ini, 383 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Bencana tersebut terjadi pada Kamis (17/4/2025). Sampai dengan Minggu (2/4/2025), ada 112 rumah rusak dan 383 berada di lokasi pengungsian. Mereka terdiri dari balita, anak-anak, lansia baik laki-laki maupun perempuan.

Para pengungsi bertahan di tenda lapangan yang didirikan oleh BPBD Kabupaten Brebes bersama aparat terkait. Lokasi pengungsi ada di salah satu lapangan yang dekat dengan pemukiman warga terdampak.

Tanah bergerak terjadi karena curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Brebes bagian selatan dalam beberapa hari terakhir. Pergerakan tanah terpantau terjadi di beberapa dukuh, yakni Dukuh Krajan, Karanganyar, Babakan, dan Cupang Bungur, yang berada dalam wilayah Desa Mendala.

Kepala Desa Mendala, Muhammad Basori mengatakan, jumlah pengungsi melonjak sejak Sabtu (19/4/2025) malam. Dari semula hanya 116 menjadi 383 orang.

Akun instagram @bpbdjateng menyebut, tanah bergerak di sana sudah membentuk mahkota longsor dan berada di Dukuh Krajan Desa Mendala.

“Bencana Tanah gerak berdampak pada kerusakan rumah, tempat ibadah dan fasilitas pendidikan serta mengakibatkan 367 pengungsian di berbagai titik,” tulis BPBD Jawa Tengah di unggahan tersebut.

Penjelasan BNBP

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, tanah bergerak di Kabupaten Brebes terjadi akibat hujan deras dan berlangsung lama.

“Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Brebes Selatan pada Kamis, (17/4), memicu terjadinya pergerakan tanah di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB ini menyebabkan sedikitnya 367 jiwa harus mengungsi,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, PhD.

“Mahkota longsor teridentifikasi berada di Dukuh Krajan RT 05 RW 03, dengan arah bidang luncur menuju Barat laut dan sudut kemiringan diperkirakan mencapai 60° ke arah aliran Kali Pedes. Akibat kejadian ini, sebanyak 93 unit rumah dilaporkan rusak berat (RB), dan 14 unit rumah lainnya terancam,” lanjutnya.

Dia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Brebes saat ini dalam proses menetapkan status tanggap darurat sebagai respons terhadap tanah bergerak tersebut. Termasuk ada upaya untuk melakukan relokasi warga terdampak tanah bergerak di Kabupaten Brebes. (*)

Exit mobile version