CILACAP – Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Teti Rohatiningsih, S.Sos, menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bagi masyarakat Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). Agenda ini berpusat di Balai Pertemuan Kecamatan Adipala. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong terwujudnya Indonesia berdaya dalam bingkai kebangsaan.
Sekitar 150 peserta menghadiri sosialisasi yang membahas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Panitia membuka acara dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu ada penyampaian tentang pentingnya sosialisasi Empat Pilar sebagai sarana memperkuat nasionalisme dan solidaritas sosial.
Dalam pemaparannya, Teti Rohatiningsih menegaskan bahwa kemajuan dan keberdayaan masyarakat tidak dapat Tterwujud secara individual. Namun melalui kebersamaan dan kerja kolektif.
“Untuk menuju hidup yang maju bukanlah tugas satu orang atau sekelompok orang saja. Tetapi menjadi tanggung jawab semua orang untuk semua orang. Masyarakat yang solid dalam kebersatuan mampu mengatasi masalah bersama, seperti peribahasa berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” kata Teti.
Teti menjelaskan bahwa soliditas masyarakat mencakup kesatuan pikiran, perasaan, dan tindakan. Ia menilai pengembangan ekonomi dan pembangunan sosial hanya dapat berjalan efektif apabila masyarakat mau bekerja sama.
“Dalam masyarakat yang maju dan berkembang, upaya membangun perekonomian tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Soliditas pikiran, perasaan, dan tindakan menjadi kunci,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa masyarakat yang solid mencerminkan peradaban yang maju. Menurutnya, kemajuan peradaban tidak hanya berkat kemampuan dan wawasan. Namun juga oleh kesamaan visi, komunikasi yang efektif, kemauan bekerja sama, dan tanggung jawab bersama.
“Masyarakat yang berperadaban maju memiliki visi dan misi yang sama, mampu berkomunikasi secara efektif, mau bekerja sama, bertanggung jawab, serta siap beradaptasi terhadap perubahan secara bersama-sama,” ucap Teti. (*)
