Teti Rohatiningsih: Pancasila Harus Jadi Penguat Demokrasi di Indonesia

Anggota DPR RI, Teti Rohatiningsih saat berbicara dalam Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Majenang, Kamis (24/4/2025). Dia menegaskan tentang Pancasila sebagai pondasi demokrasi di Indonesia. (doc)

CILACAP – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Teti Rohatiningsih, S.Sos, kembali menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di daerah pemilihannya, Jawa Tengah VIII. Mengusung tema “Pancasila Sebagai Penguat Demokrasi Indonesia”, kegiatan ini berlangsung di Gedung Pertemuan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (24/4/2025).

Dalam paparannya, Teti Rohatiningsih menegaskan, Pancasila sebagai ideologi bangsa memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat sistem demokrasi di Indonesia. Keberadaan Pancasila tersebut bukan sekadar simbol negara saja. Melainkan juga sebagai landasan filosofis yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara, termasuk dalam menjalankan prinsip-prinsip demokrasi.

“Pelaksanaan demokrasi di Indonesia harus selalu mengacu pada nilai-nilai Pancasila. Seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan sila keempat,” ujar Teti kepada semua peserta.

Ia menambahkan, demokrasi Indonesia tidak boleh hanya meniru sistem luar, tetapi harus berdiri kokoh dengan ciri khas nilai-nilai kebangsaan. Dan dengan menjadikan Pancasila sebagai pondasi, demokrasi akan tumbuh dalam koridor yang sesuai dengan jati diri bangsa.

“Dengan berkembangnya demokrasi saat ini, kita harus tetap menegakkan demokrasi yang berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Tujuannya adalah mewujudkan bangsa yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, dan sejahtera,” terang Teti Rohatiningsih.

“Itulah cita-cita bersama yang terkandung dalam Pancasila,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya DPR RI dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap empat pilar kebangsaan. Ke empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Pemahaman 4 pilar seperti ini sangat penting karena tantangan kehidupan berbangsa yang semakin kompleks.

Kegiatan di Majenang tersebut, melibatkan 150 peserta dari kalangan masyarakat Kecamatan Majenang dari berbagai unsur.

Exit mobile version