BANYUMAS – Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Teti Rohatiningsih, S.Sos, menyosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan kepada masyarakat Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (16/5/2025). Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pertemuan Banyumas. Dalam kesempatan ini, Teti Rohatiningsih mengusung tema “4 Pilar Sebagai Media Penguat Kesadaran Berbangsa dan Bernegara”.
Teti secara aktif menjelaskan pentingnya masyarakat memahami dan menerapkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa pilar-pilar tersebut merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan stabilitas bangsa.
“Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah tiang penyangga bangsa ini. Tanpa pemahaman yang kuat, masyarakat rentan terhadap perpecahan dan pengaruh negatif,” tegas Teti di hadapan para peserta.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VIII yang meliputi Cilacap dan Banyumas, Teti memberikan dorongan memberikan dorongan kuat. Yakni agar kader partai dan masyarakat untuk menjadi agen untuk menyebarkan nilai-nilai kebangsaan.
Teti Rohatiningsih menilai sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat kesadaran kolektif dalam berbangsa dan bernegara.
Teti juga menguraikan dasar hukum pelaksanaan sosialisasi tersebut. Yakni UU Nomor 17 Tahun 2014 juncto UU Nomor 42 Tahun 2014. Juga Peraturan MPR RI Nomor 1 Tahun 2014 tentang Tata Tertib MPR. Kedua regulasi itu memandatkan anggota MPR untuk menyosialisasikan Empat Pilar kepada masyarakat.
“Saya berharap masyarakat tidak hanya memahami secara teoritis. Tapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari dan menyebarkannya di lingkungan sekitar,” ujar Teti.
Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini menjadi bagian dari komitmen Teti Rohatiningsih dalam memperkuat ketahanan ideologi dan karakter kebangsaan. Khususnya bagi warga Banyumas yang harus menghadapi dinamika sosial dan politik.
“Masyarakat menghadapi banyak sekali perubahan di semua bidang. Tanpa karakter yang kuat, masyarakat akan mudah terbawa arus perubahan,” ujarnya dihadapan 150 peserta. (*)
