Tim SAR Persempit Lokasi Pencarian Korban Longsor Usai Temukan 8 Korban

Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi 8 korban meninggal akibat tanah longsor di Desa Cibeunying, Sabtu (15/11/2025). Pencarian hari ke 4 pada Minggu (16/11/2025), petugas mempersempit lokasi pencarian korban longsor. (doc/basarnas cilacap)

CILACAP – Tim SAR Gabungan akan mempersempit lokasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang, Cilacap. Basarnas mengambil langkah ini setelah menemukan 8 korban dalam keadaan meninggal dunia. Dan mayoritas korban berada di sektor B3.

Kepala Kantor SAR Cilacap, Muhammad Abdullah memastikan, petugas sudah berhasil mengevakuasi 8 jenasah korban tanah longsor. Dari 8 korban tersebut, mayoritas korban longsor berasal dari sektor B3. Hingga pencarian lanjutan pada Minggu (16/11/2025), petugas SAR Gabungan akan merubah lokasi pencarian korban longsor. Yakni mengarahkan petugas ke sektor lain.

“Untuk rencana pencarian hari ke 4 (Minggu), ada perubahan setelah seluruh korban di Sektro B3 sudah kita evakuasi,” katanya, Sabtu (15/11/2025).

Dia merinci, sepanjang Sabtu petugas secara bergantian menemukan dan mengevakuasi 8 jenasah dengan lokasi pencarian korban longsor di sektor berbeda. Masing-masing adalah Muhammad Nafis (6), Isna Nurfadilah (30) dan Kasmanto.

Lalu pada Sabtu siang, atau pencarian selepas istirahat siang, petugas kembali menemukan 4 jenasah. Masing-masing adalah Febriansyah (5), Rizky Pratama (9), Dani Pratama (29) dan Ibnu Satini (28).

Dengan demikian, petugas sejak hari pertama pencarian sudah berhasil menemukan 12 orang dan salah satunya berhasil selamat. Pada hari pertama, petugas menemukan Julia dan Maya dalam keadaan meninggal. Satu korban berhasil selamat yakni Dislam. Sedang pada hari kedua, petugas hanya bisa mengevakuasi 1 korban meninggal yakni Wahyuni.

Proses pencarian korban di lokasi longsor di Desa Cibeunying, sempat mengundang haru para relawan. Karena mereka melihat ada 3 korban yang tertimbun longsor. Korban bernama Dani Pratama, nampak memeluk kedua anaknya yakni Febriansyah dan Rizky Pratama.

“Ada bapak yang memeluk anaknya. Seperti tengah berusaha melindungi anak dari reruntuhan dan tanah longsor,” ujar Adriono, relawan tersebut. (*)

Exit mobile version