CILACAP – Tungku tradisional masih kerap menjadi penyebab kebakran di rumah warga. Hingga korban mengalami kerugian besar atau rumah seluruhnya musnah akibat kobaran api.
Keberadaan tungku tradisional, menjadi pilihan warga desa. Alasan utama karena mudahnya mendapatkan kayu sebagai sumber bahan bakar.
Hanya saja, tungku ini memiliki kelemahan besar. Yakni sulit untuk menyala atau dimatikan karena kayu berubah menjadi bara. Hingga tidak jarang, tungku jadi penyebab kebakaran rumah saat bara masih tetap ada didalamnya.
Seperti rumah Haryanto (48), warga Desa Sidamulya Kecamatan Wanareja, Cilacap. Rumahnya terbakar hingga mengalami kerusakan. Petugas menduga api bersumber dari tungku dan menjadi penyebab utama kebakaran rumah.
Kebakaran rumah ini terjadi pada Rabu (26/7/2023) malam, sekitar pukul 20.00. Api pertama kali terlihat oleh tetangga.
Semula, istri korban memasak di dapur untuk makan seluruh anggota keluarga. Namun dia pergi ke masjid bersama suami dan meninggalkan tungku tetap menyala.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Cilacap, Supriyadi mengatakan, saksi melihat api berkobar dari arah dapur.
“Api sudah berkobar hebat saat saksi pertama kali melihat rumah terbakar,” katanya.
Kobaran api ini lalu membuat saksi meminta pertolongan kepada warga setempat. Mereka lalu mengupayakan pemadaman mandiri hingga berhasil mengalahkan si jago merah. Meskipun mereka harus bekerja keras selama kurang lebih 2 jam.
“Pemadaman mandiri oleh warga hingga api padam sekitar pukul 22.00,” katanya.
Akibat kejadian kebakaran rumah dengan penyebab utama tungku dapur, membuat korban mengalami kerugian senilai Rp 7 juta lebih. Dapur beserta isinya musnah terbakar. Demikian juga dengan salah satu peralatan rumah tangga lainnya berupa mesin pompa air.
“Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini,” tegasnya. (*)
