News  

Video Hoax Penyebab Siswa Serang SMK Komputama Jerukelgi

Suasana SMK Komputama Jeruklegi yang sempat diserang siswa SMK S. Penyerangan ini terjadi karena siswa terprovokasi akibat video hoax. (doc)

CILACAP – Aksi penyerangan siswa SMK S ke SMK Komputama, ternyata berawal dari video hoax yang dengan senjaga disebarkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Saat ini, petugas Polresta Cilacap tengah memburu penyebar video ini.

Penyidik Polresta Cilacap, tetapkan 5 siswa sebagai tersangka dalam aksi penyerangan ke SMK Komputama Jeruklegi. Mereka tertangkap usai petugas memeriksa lokasi penyerangan di SMK Komputama Jerulegi dan meminta keterangan dari berbagai pihak.

Petugas juga memeriksa rekaman video yang tersebar luas saat gerombolan siswa SMK S ini menyerang ke SMK Komputama. Aksi penyerangan ini sempat terekam oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi tersebut.

Kapolresta Cilacap, Kombes Pol Fannky Ani Sugiharto SIK, MSi, aksi bermula karena ada video tentang anak SMK S yang jatuh dari sepeda motor.

“Namun video ini ada narasi kalau seolah-olah dia ini jatuh karena diserang siswa SMK K,” katanya, saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (26/1/2023).

Dia mengatakan, video hoax ini dengan cepat tersebar di kalangan siswa SMK S. Ini yang kemudian membuat mereka berkumpul di sekitar Stadion Cilacap. Kondisi ini membuat mayoritas anak terprovokasi usai melihat video hoax tersebut.

“Karena dapat informasi yang salah tadi, beberapa anak SMK ini menuju ke SMK K. Di situlah terjadi penyerangan dan pengerusakan beberapa fasilitas sekolah,” katanya.

Akibat perusakan ini, sejumlah fasilitas di SMK Komputama Jerulelgi rusak parah. Seperti ruang laboratorium komputer, tempat ibadah dan sejumlah sepeda motor.

Kapolresta menambahkan, petugas Polresta Cilacap tengah berupaya dan terus memburu pelaku penyebar video hoax tersebut.

“Ini masih kita kejar,” katanya.

Dia berharap agar kejadian penyerangan oleh siswa ke sekolah lain tidak akan terulang lagi. Siswa juga diminta untuk mampu memfilter tiap informasi yang mereka dapatkan.

“Kita berharap, anak-anak muda ini walau pegang HP, jangan selalu makan mentah-mentah informasi atau video dari teman-temanya atau dari luar,” tegasnya. (*)

Exit mobile version