CILACAP – Warga Dusun Jatiluhur dan Jatimulya Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap, kini tengah menunggu rekomendasi dari tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Tim milik Kementerian ESDM ini sudah melakukan survey ke lokasi pergerakan tanah di Dusun Jatiluhur.
Tanah di Dusun Jatiluhur Desa Padangjaya Kecamatan Majenang, Cilacap kembali bergerak. Akibatnya, 9 rumah mengalami kerusakan akibat tanah bergerak, Kamis (9/2/2023).
Perisitwa tanah bergerak di Dusun Jatiluhur menjadi yang kedua. Bencana alam ini pertama kali terjadi pada 2017 dan mengakibatkan 25 keluarga harus pindah atau relokasi ke tempat aman. Proses relokasi ini memakan waktu cukup lama hingga akhirnya warga memiliki rumah baru. Saat ini tinggal menyisakan pekerjaan pembangunan akses jalan.
Dan pada Rabu (15/2/2023) sore, hujan deras membuat tanah di Dusun Jatimulya tanah bergerak. Setidaknya ada 3 rumah warga retak-retak akibat pergerakan tanah tersebut. Selain itu, mushola dan 1 gedung PAUD juga terdampak.
Kepala Dusun Jatiluhur, Tarsono mengatakan, sudah ada tim dari PVMBG yang melakukan survey. Tim ini mendatangi seluruh lokasi. Termasuk melihat kembali sisa tanah bergerak yang terjadi pada 2017.
“Semua sudah dilihat. Termasuk lokasi yang dulu,” ujarnya.
Dia menambahkan, warga Dusun Jatiluhur dan Jatimulya kini tinggal menunggu rekomendasi dari tim PVBMG. Rekomendasi ini sebagai landasan warga dan pemerintah untuk melakukan langkah selanjutnya. Karena salah satu rekomendasinya adalah masalah kelayakan lokasi ini untuk dijadikan tempat pemukiman. Demikian juga dengan ancaman pergerakan tanah di sana.
“Warga Jatiluhur tinggal tunggu hasil kajian dan rekomendasi dari tim PVBMG,” kata dia.
Turwiyanti, salah satu warga Dusun Jatiluhur mengatakan, pergerakan tanah di sana terjadi hampir tiap tahun. Pada 2022 lalu, sudah muncul pergerakan tanah yang membuat salah satu kebun warga nampak bergelombang.
“Dan kemarin pas ada kejadian pertama, air sumur di rumah saya tiba-tiba jadi keruh,” katanya. (*)
