CILACAP – BPBD Cilacap memastikan ada 4 jenis bencana yang hajar wilayah tersebut. Bencana ini bertepatan dengan awal penghujan. Tepatnya sejak hujan deras mengguyur Cilacap pada 7 Oktober 2022.
Ke 4 jenis bencana yang hajar Cilacap adalah banjir, tanah longsor, tanah bergerak dan angin kencang. Peristiwa ini tersebar di sejumlah kecamatan dengan tingkat kerusakan beragam. Selain itu juga ada rumah atau fasilitas umum yang mengalami rusak.
BPBD Cilacap merinci, bencana pertama adalah banjir yang terjadi di 15 kecamatan dan 45 desa. Banjir sudah sepenuhnya surut sejak 19 Oktober 2022.
Bencana kedua adalah tanah bergerak yang melanda 15 desa di 8 kecamatan. Bencana ini mengakibatkan 2 rumah rusak berat di Kecamatan Jeruklegi. Juga ada 16 rumah rusak sedang di Kecamatan Jeruklegi dan Adipala. Sisanya ada 8 rumah rusak sedang dan 16 rumah terancam di Kecamatan Karangpucung serta 1 mushola terancam di Sampang.
Bencana ketiga adalah angin kencang yang melanda 11 desa di 5 kecamatan. Peristiwa ini terjadi pada Peristiwa Kejadian 9 dan 10 Oktober 2022 dengan total kerugian senilai Rp 280.950.000.
Angin kencang ini membawa kerusakan pada rumah warga. Yakni 1 rumah roboh, 8 rusak berat, 26 rusak sedang dan 108 ringan.
Terakhir adalah bencana tanah bergerak di 5 desa di 3 kecamatan. Masing-masing adalah Kecamatan Jeruklegi, Gandrungmangu dan Dayeuhluhur. Total ada 1 rumah rusak berat, 2 ringan dan 4 lainnya terancam. Juga ada jalan terputus akibat kejadian ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Wijonardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya mengatasi kejadian ini. Jenis penangganan berbeda dan tergantung bencana yang hajar Cilacap dan ada 4 jenis dan tersebar berbagai kecamatan itu.
“Untuk penangganan sudah kita lakukan,” tegasnya. (*)
