News  

9 BUMDes Jadi Samsat Budiman

ilustrasi

CILACAP – Tercatat ada 9 BUMDes di Kabupaten Cilacap yang sudah teken nota kesepahaman dan ikut program Samsat Budiman. Bahkan 6 BUMDes itu sudah beroperasi sejak beberapa waktu lalu hingga mampu meraih profit yang sangat menggiurkan.

Samsat Budiman merupakan inovasi untuk memaksimalkan perolahan pajak kendaraan bermotor dengan menggandeng BUMDes. Juga Bank Jateng sebagai penyedia layanan transaksi perbankan. Pengurus BUMDes juga akan mendapatkan pelatihan untuk mengoperasikan peralatan dan menginput data pembayar pajak.

Andi Cahyono dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Cilacap mengatakan, sudah ada 6 BUMDes yang terlibat dalam Samsat Budiman.

“Dalam waktu dekat ada Cimanggu, Maos dan Cipari yang akan segera aktifasi,” katanya, Selasa (30/5/2023).

Samsat Budiman, memiliki prospek sangat bagus bagi BUMDes maupun pemerintah daerah. Pertama karena pada 2025 mendatang, share profit dari pajak kendaraan menjadi 60 persen dari total pajak yang masuk. Ini tentu menjadi sumber besar bagi pemerintah daerah.

“Hingga kita dukung Samsat. Karena Samsat kan ada keterbatasan, keterbatasan personil, tempat dan lainnya. Sementara pemilik kendaraan bermotor kan ada yang di desa,” terangnya.

Dan bagi BUMDes, prospeknya sangat menggiurkan dari sisi keuntungan. Karena BUMDes yang sudah teken MoU dengan Bank Jateng, bisa mengembangkan layanan lain. Seperti pulsa, token, PAM hingga PBB. Dan tiap transaksi ini, BUMDes akan menerima fee sebesar Rp 4 ribu.

“Tentu ini lumayan. Makin tinggi transaksi, keuntungan tambah gede,” katanya.

Dia mencontohkan BUMDes Karya Makmur di Sikanco, Cilacap. BUMDes ini sudah mampu meraup omzet sebesar Rp 150 juta dalam kurun waktu 3 bulan. Sementara kontrak kerja sama BUMDes dengan Samsat tergolong masih sangat baru.

“Ini masih awal. Tapi sudah punya omzet Rp 150 juta dan ngasih PADes (Pendapatan Asli Desa) sebesar Rp 25 juta,” tegasnya. (*)

Exit mobile version